Date Selasa, 29 July 2014 | 07:33 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

PT SEML Berhasil Buktikan Panas Bumi

2014, Pembangkit Geothermal Dibangun

Sabtu, 22-12-2012 | 12:30 WIB | 889 klik
2014, Pembangkit Geothermal Dibangun

Uji sumur jangka pendek telah dilakukan pada 13-15 Desember 2012.

Solsel, Padek—PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) mengumumkan telah berhasil menyelesaikan pemboran sumur eksplorasi yang pertama di Liki Pinangawan, Solok Selatan. Uji sumur jangka pendek telah dilakukan pada 13-15 Desember 2012. Dalam pengujian itu, berhasil membuktikan adanya sistem panas bumi.

“Untuk pembuktian lebih lanjut mengenai kondisi reservoir dan produktivitas sumur, akan dilakukan uji sumur jangka panjang,” kata Communication and Relation Officer PT Supreme Energy Muara Laboh, Leila Rima, dalam siaran persnya, kemarin.

Sumur eksplorasi ML-A1 dibor hingga kedalaman 1.550 MMD (Meter Measured Depth), dapat dikategorikan sebagai sumur sangat besar dengan perkiraan kapasitas lebih dari 20 MW.

Sumur pertama ini, kata Leila, menandakan telah dimulainya program eksplorasi di Liki Pinangawan. SEML menargetkan penyelesaian program pemboran eksplorasi di tahun 2013 dan memulai konstruksi pembangunan pembangkit listrik di tahun 2014 dengan kapasitas 220 MW (nett).

PT Supreme Energy Muara Laboh dimiliki oleh PT Supreme Energy, GDF Suez dan Sumitomo Corporation. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara SEML dan PT PLN (Persero) telah dilakukan 2 Maret 2012.

Saat berkunjung ke Solsel beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rubi Rubiandini mengungkapkan, proyek panas bumi PT SEML di Solsel merupakan pembangunan kembali industri panas bumi yang sudah 20 tahun tidak bergerak. Di Solsel juga merupakan uap pertama yang mulai ke luar setelah undang-undang panas bumi ada. “Jadi dimulai di Solsel akan menjadi sejarah kebangkitan panas bumi Indonesia. Karena setelah ini industri panas bumi akan segera kembali bangun dan kemudian hidup,” ujarnya. (sih)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA