Date Kamis, 31 July 2014 | 16:26 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Sudirman Tewas di Tangan Temannya Sendiri

Perkelahian Maut di SMP Kapau

Jumat, 02-03-2012 | 14:24 WIB | 1399 klik

Kapau, Padek—Perkelahian yang berujung maut, tidak saja terjadi antara preman, tapi sudah memasuki sekolah. Setidaknya begitulah di SMP Kapau, Kecamatan Kamang, Kabupaten Agam, Rabu (29/2). Sudirman, 15, siwa kelas IX C (kelas 3) SMP setempat, tewas di RSAM Bukittinggi, kemarin, setelah dipukul dan dicekik oleh teman sekolahnya sendiri, berinisial A, 15.


Sebelum menemui ajalnya, korban sempat dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan berlanjut ke Puskesmas setempat. Namun, karena kondisi korban terus memburuk, korban dibawa ke RSAM Bukittinggi. Malang bagi korban, akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir, kemarin (1/3).


Informasi yang diperoleh koran ini, penyebab perkelahian yang berujung maut itu, hanya soal sepele, yakni karena merasa dilecehkan melalui SMS yang diduga berasal dari HP korban, kepada tersangka. Tersangka langsung memukul korban dan mecekiknya sebelum jam pelajaran dimulai di dekat rumah penjaga sekolah, sehingga korban tersungkur.


Salah seorang guru dan teman-teman tersangka serta korban yang mengetahui perkelahian tersebut, berupaya untuk melerai. Korban langsung dibawa ke UKS untuk dilakukan perawatan darurat. Namun, karena kondisi korban agak lemah, korban pun dibawa ke Puskesmas setempat.


Bersamaan dengan itu, keluarga korban pun datang ke Puskesmas. Melihat kondisi korban terus memburuk, akhirnya dibawa ke RSAM Bukittinggi. Malang bagi korban, akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (1/3).


Salah seorang petugas medis RSAM Bukittinggi yang enggan disebut jati dirinya, mengatakan, korban meninggal akibat benturan keras di kepalanya. ”Dari hasil pemeriksaan medis, penyebab meninggalnya korban, karena kepalanya mengalami benturan keras,” jelasnya.


Beberapa saat setelah meninggal, jasad korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan. Sebelum dimakamkan, terlihat rumah korban penuh sesak oleh guru dan teman-teman sekolah korban untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.


Menurut salah seorang teman korban, Lisa, 15, korban disehariannya dikenal pandai bergaul dan sopan, sehingga dengan kepergian korban tersebut, pelajar SMPN 3 Kapau, terutama kelas IX merasa kehilangan.

“Mudah-mudahan amal ibadah Sudirman diterima di sisi Allah SWT,” ujar Lisa berlinang air mata. Kasus perkelahian yang berujung maut ini kini sedang diproses Polsek setempat. (edi)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA