Date Selasa, 29 July 2014 | 01:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Sidang Nurhayati Kahar, Aktivis yang Terjerat Narkoba

Demi Allah, Saya Dijebak

Kamis, 22-09-2011 | 11:19 WIB | 289 klik

Lika-liku Nurhayati Kahar sebagai aktivis di Kota Pariaman, menarik diikuti. Selain kini tengah menyiapkan buku otobiografi perjalanannya sebagai aktivis di penjara, Nurhayati Kahar mendapat banyak pelajaran tentang hukun di negeri ini selama menjalani persidangan.


Sidang kasus dugaan kepemilikan sabu seberat 0,3 gram pada aktivis perempuan Kota Pariaman, Nurhayati Kahar atau Yet, kemarin masuk dalam tahap pembelaan. Terdakwa meminta majelis hakim membebaskannya dari segala tuntutan, karena dirinya bukanlah pemakai atau pemilik narkoba.


Hal itu disampaikan Yet Kahar di hadapan hakim ketua, Inang Kasmawati yang dihadiri sejumlah anggota LSM dan kerabat terdakwa. Saat pembelaan, Yet dengan tegas menyatakan dirinya dijebak. Karena sebagai aktivis, ia mengaku banyak pihak yang merasa dirugikan kepentingannya oleh sikap kritisnya. Bahkan, jauh sebelum kasus ini, dirinya telah banyak “diintai” kasus.


“Demi Allah dan demi kedelapan anak saya, saya tidak pernah melakukan perbuatan seperti didakwakan jaksa kepada saya. Saya dijebak,” ujar Yet dengan nada bergetar menahan tangis di Pengadilan Negeri Pariaman, kemarin (21/9).


Hal serupa juga diungkapkan tim penasihat hukum terdakwa dari LBH Sumbar, Newton Nusantara. Ia menyatakan, berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan, terdakwa tidak mengetahui mengapa ada sabu dalam sakunya. Selama ini terdakwa bukanlah pemakai, pecandu atau pengedar narkotika.


“Itu terbukti dari tes urine dan keterangan saksi-saksi, tidak satu pun melihat dan mengetahui terdakwa sebagai pengguna. Bahkan, saksi dari kepolisian menyatakan terdakwa bukanlah target operasi polisi dalam kasus narkotika,” jelas Newton.


Karena itu, tim penasihat hukum meminta kepada majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum serta mengeluarkan terdakwa dari tahanan. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan, harkat dan martabatnya. (nia)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA