Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Polda Sumbar Dipraperadilankan


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-14 16:13:00 WIB    Dibaca : 134 kali

 


Buntut Penahanan Tersangka Pembakaran Mobil

Warga Gunung Talang Datangi PN Padang

Puluhan masyarakat dari Salingka Gunung Talang bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Padang, Selasa (13/2). Kedatangan mereka mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan Ayu Dasril bersama dua rekannya sebagai tersangka perusakan dan pembakaran mobil tim observasi proyek pembangunan Geothermal oleh Polda Sumbar, beberapa waktu lalu.

Pantauan Padang Ekspres, puluhan masyarakat warga Kabupaten Solok itu, sebelum mendatangi PN Padang, terlebih dahulu mereka berkumpul di Kantor LBH Padang. Selanjutnya, sekitar pukul 10.15 warga berangkat dengan mobil yang ditumpanginya menuju kantor Komnas HAM Sumbar.

Aksi longmarch warga pun mulai dilakukan dari Kantor Komnas HAM Sumbar itu menuju PN Padang. Sepanjang perjalanan peserta aksi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan membawa kertas bertuliskan “Merebut Keadilan untuk Dayu”. Setibanya di PN Padang, masa tetap bertahan di halaman PN untuk menunggu kuasa hukum mereka melakukan pendaftaran perkara untuk mengajukan praperadilan.

Sementara itu, juru bicara masyarakat Salingka Gunung Talang, Aulia Riza menjelaskan, aksi damai tersebut dalam rangka melakukan pengawalan pendaftaran praperadilan terhadap warga Salingka Gunuang Talang yang ditahan Polda Sumbar.

“Kami menganggap dan menyakini proses penangkapan Ayu Dasril oleh Polda Sumbar itu tidak sah, tidak benar dan melanggar hukum. Hal inilah yang menjadi dasar bagi kami bersama masyarakat mengajukan praperadilan,” terang Aulia kepada Padang Ekspres.

Ia menjelaskan, salah salah satu tersangka yang ditangkap Polda Sumbar yakni Ayu Dasril, merupakan pejuang lingkungan. Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, Ayu Dasril tidak dapat dituntut dan digugat secara pidana maupun perdata. “Orang yang tidak bersalah jangan dijadikan bersalah. Dia adalah paralegal LBH dan pejuang lingkungan hidup,” sebut aktivis dari LBH Padang itu.

Ia bersama mayarakat akan terus berupaya mencari keadilan yang dianggap sudah tidak berpihak lagi kepada masyarakat dengan ditahannya para penggiat lingkungan.

“Kami akan memperjuangkan dan melakukan berbagai upaya hukum untuk melawan ini semua. Salah satu caranya praperadilan terhadap proses penetapan tersangka dan juga penangkapan oleh Polda Sumbar. Makanya, kami memulai melakukan longmarch dari Komnas HAM sebagai bentuk perlindungan dari Hak Asasi manusia,” kata Aulia.

Sementara itu, Budiman, 53, yang tak lain nenek dari Ayu Dasril hanya mengetahui saat cucunya ditangkap polisi. “Idas anak elok, kami mandapek kaba Idas ditangkok polisi karano manghalangi urang dari PT karano ka mambangun di kampuang kami. (Idas anak baik, kami mendapatkan kabar idas ditangkap polisi karena menghalangi orang dari perusahaan yang akan membangun di kampung),” ujarnya.

Sebagai warga, ia turut merasa resah, jika seandainya dilakukan pembangunan proyek panas bumi di kampung halamannya. Jika hal itu terjadi, sebagai warga akan menerima dampak dan mengganggu aktivitas keseharian mereka sebagai petani. “Idas hanyo mempajuangan masyarakat, jo lahan tampak anak kamanakanyo hiduik di maso akan datang (Idas hanya memperjuangan masyarakat, dan lahan tempat anak keponakannya hidup di masa yang akan datang) ,” keluh Budiman.

Terpisah, pejabat Humas PN Padang, R Ari Mulady menyampaikan kedatangan puluhan masyarakat ke PN Padang dalam rangka mengawal pendaftaran permohonan praperadilan. Dikatakannya, permohonan tersebut sudah terdaftar dengan register nomor:1pdt/pra/2018/PN.PDG. “Kami akan memprosesnya, nanti akan ditunjuk ketua pengadilan, majelis hakim yang akan memeriksa perkara yang diajukan itu, dan akan menjalani proses persidangan,” tutur R Ari Mulady.

Permohonan perkara tersebut setelah diperiksa dan memasuki masa persidangan, akan dituntaskan dalam kurun waktu tujuh hari semenjak sidang perdana dimulai.

Usai memastikan pendaftaran perkara praperadilan, massa membubarkan diri untuk kembali ke kediaman masing-masing.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi menyebutkan proses praperadilan sudah diatur dalam undang-undang. Jadi itu sah- sah saja. “Kami akan memenuhi panggilan pengadilan nantinya. Dalam upaya penangkapan tersebut, kami sudah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) penangkapan yang ada,” tukasnya.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Sumbar menetapkan 12 tersangka pelaku pengrusakan dan pembakaran terhadap mobil yang digunakan tim survei PT Hythai yang bergerak di bidang Geothermal di Tabelenyek Batubajanjang, Kecamatan Lembangjaya, Kabupaten Solok pada 20 November 2017 lalu. (*)

© 2014 - 2018 Padek.co