Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Turunkan Atlet Junior, Rebut Satu Emas


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-14 15:28:00 WIB    Dibaca : 45 kali

 


Lintasan Lompat Galah Dinilai Terlalu Pendek

Indonesia menurunkan atlet-atlet junior di cabang olahraga atletik Invintation Tournament Asian Games 2018. Mereka turun di nomor lompat galah putra, lari 5000 meter putra, dan lari 200 meter putri. Hasilnya, dari delapan emas yang diperebutkan di cabor atletik, Indonesia merebut 1 emas, 2 perak, dan sekeping perunggu.

Di nomor lompat galah, Idan Fauzan Richsan berhasil menyabet emas usai menjadi yang terbaik mengalahkan dua atlet junior tanah air lainnya. Idan mengawali lompatan dengan mulus setinggi 4,7 meter dan 4,9 meter. Namun dia gagal ketika mencoba melompat setinggi 5,1 meter.

Hasil tersebut bukan catatan terbaik atlet 18 tahun itu. Pada Desember lalu, Idan berhasil memecahkan rekor nasional dengan lompatan setinggi 5,2 meter. Angka tersebut menggugurkan catatan sebelumnya yang diukir Nunung Jayadi tahun 2002.

Idan tidak memasang target apapun pada gelaran test event. ”Hanya untuk uji coba lapangan aja sebenarnya. Saat ini saya juga masih dalam persiapan umum,” ungkapnya. Fokus terdekatnya yakni Kejuaraan Atletik Junior Asia di Jepang pada Juni mendatang.
Pelatih lompat galah Sainih mengeluhkan soal lintasan awalan yang pendek. ”Idan tadi memakai awalan 14 langkah aja udah mentok,” keluhnya. Padahal rata-rata atlet lompat galah Asia memakai awalan 20 hingga 22 langkah.

”Atlet-atlet timur tengah dan Balkan mungkin bisa komplain,” bebernya. Sainih memperkirakan, awalan yang dilakukan atlet-atlet luar negeri itu bisa mundur memakan lintasan lari jika tidak ada perubahan.

Di nomor sprint 200 meter putri, Ulfa Silpiana harus puas hanya meraih medali perak. Dia kalah oleh pelari asal India Hima Das yang mencatatkan waktu 23,59 detik. Selisih 1,27 detik lebih cepat dari catatan pelari 20 tahun tersebut.

Meski begitu, Ulfa bersyukur waktu 24,86 detik itu memecahkan personal best sebelumnya yakni 24,9 detik. ”Seenggaknya latihanku nggak sia-sia,” imbuhnya. Hasil itu semakin memicu motivasinya untuk mencatatkan waktu lebih baik untuk Asian Games 2018 Agustus nanti.

Target terdekatnya yakni bisa mencapai rekor milik sprinter Indonesia Irene Yoseph 23,8 detik. Tentu, usahanya itu didukung dengan training camp serta tryout yang telah dirancang PB PASI. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co