Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Penyebaran Buku Bacaan Kurang Efektif


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-13 14:52:00 WIB    Dibaca : 32 kali

 


Hasil Evaluasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Penyebaran buku bacaan ke sejumlah nagari di Solok Selatan dinilai kurang efektif. Ribuan buku yang disebar tersebut hanya sekadar koleksi atau pajangan di rumah warga dan di pustaka nagari.

Hal itu berdasarkan evaluasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solsel, Yalasri mengatakan, dari hasil evaluasi dan monitoring ke sejumlah nagari yang mendapatkan jatah penyebaran 2.000 judul buku bacaan di tahun 2017, kondisinya belum dimanfaatkan nagari dan masyarakat untuk peningkatan pengetahuan.

Dilihat, warga lebih tergantung pada penggunaan handphone dibandingkan membaca buku. Dinilai masih kurangnya sosialisasi pihak nagari dalam peningkatan minat baca masyarakat. 

“Hasil evaluasi, kita menilai penyebaran buku ke nagari belum efektif. Baru sebatas pajangan di pustaka nagari, warga yang berkunjung membaca dalam sebulan bisa dihitung dengan jari,” ujar Yalasri kepada Padang Ekspres, Senin (12/2) di kantornya. 
Bahkan ketika buku dipinjamkan ke warga belum juga membaca. Sekadar dibawa pulang. Warga pun belum mengetahui bahwa di nagari ada buku bacaan yang disebar Dinas Perpustakaan Kabupaten.

Hal ini juga mempengaruhi kurang termanfaatkan buku bacaan di sejumlah nagari. Bisa saja akibat kurangnya sosialisasi oleh nagari melalui kepala jorong setempat. “Justru itu, penyebaran buku bacaan ke sekolah jadi target kita tahun ini. Sebab, anak sekolah sudah jenuh dengan buku bacaan yang ada di pustaka sekolah sesuai hasil kunjungan kami bulan lalu,” jelasnya. 

Sebab, tidak semua pustaka sekolah mempunyai buku bacaan yang akan disebarkannya. Dengan adanya penarikan buku bacaan dari kantor nagari, lanjut Yalasri, siswa tidak terbatas untuk membaca buku di pustaka sekolah. 

Disarankan siswa membawa pulang buku ke rumah, sehingga dapat membiasakan keluarga mereka membaca buku beragam judul.  “Siswa bisa memilih buku bacaan sesuai selera mereka dan disarankan dibawa pulang,” katanya. 

Target penyebaran tahun ini ada 16 sekolah. 12 sekolah tingkat SMP dan 4  SMA sederajat. ”Di pustaka kabupaten, rata-rata 10 pembaca yang berkunjung setiap hari,” sebutnya. 

Sementara, Kepala Bidang Perpustakaan Bakhtir menyebutkan, buku bacaan yang tersedia di perpustakaan kabupaten 4.375 judul atau 11.757 eksemplar. Sesuai standar nasional minimal harus ada 5.000 judul tersedia di pustaka kabupaten dan sudah disebar 2.000 judul ke nagari.

Akhir bulan ini pihak sekolah bakal disurati terlebih dahulu, sebelum buku bacaan direalisasikan Maret 2018. “Target tahun ini 16 sekolah, realisasi buku bacaan sesuai kebutuhan tiap sekolah, bukan di target,” pungkasnya. 

Yakni 4 sekolah di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, 3 sekolah di Sungaipagu, 4 sekolah di Sangir Batang Hari. Kemudian satu sekolah di Sangirjujuan, Kecamatan Pauhduo dan  Sangir Balai Janggo masih-masih dijatah 2 sekolah. ”Sedangkan jumlah pembaca yang berkunjung ke pustaka kabupaten ada 2.694 orang di tahun 2017,” katanya.

Sementara, Sekretaris Nagari Lubukgadang Selatan Nofrianto mengatakan, minat baca masyarakat memang masih minim. Lantaran di daerah itu lebih banyak petani, sehingga yang datang ke kantor nagari hanya warga yang mengurus administrasi. 
”Bagi warga yang datang ke kantor nagari, kita menyarankan untuk membawa pulang buku bacaan yang dipinjamkan pustaka kabupaten. Tapi, apakah dibaca atau tidak, kami tak tau,” kata Nofrianto. 

Soal sosialisasi ke warga, pihak nagari hanya melalui kepala jorong setempat. Bila ada pertemuan tertentu, maka disampaikan pihak nagari secara langsung. “Nagari hanya sosialisasi lewat kepala jorong. Tapi, pihak nagari tidak bisa memaksakan agar warga tetap harus membaca,” katanya.

Dia mengakui, memang tidak seberapa warga yang berminat membaca buku di pustaka nagari. “Barangkali warga tidak biasa membaca sehingga tak berminat membaca,” ucapnya. (*) 
© 2014 - 2018 Padek.co