Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Raphael Wicky Berani Kembali ke Tradisi


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-13 14:08:00 WIB    Dibaca : 27 kali

 


Usianya masih cukup muda, 40 tahun. Bahkan, dibandingkan pelatih klub-klub kontestan di babak 16 Besar Liga Champions lainnya, Raphael Wicky masih yang termuda. Namun, dengan usianya mudanya itu, Wicky berani untuk tak ikut arus melanjutkan gaya main Basel ketika era Urs Fischer, antara 2015 sampai musim panas 2017.

Pada musim pertama rezimnya, Wicky tak banyak memakai skema back four. Skema itu yang kerap jadi pilihan Fischer sebelumnya. Sebaliknya, mantan pelatih Basel U-21 tersebut di beberapa laga musim ini mengembalikan RotBlau ke tradisi lamanya, main dengan formasi tiga bek.

Nah, formasi itu yang jadi ciri khas Basel sejak lima musim lalu. Kecuali Fischer, pelatih Basel mulai dari Murat Yakin dan Paulo Sousa. Kedua pelatih tersebut lebih banyak bermain di domestik dan Eropa dengan menggunakan formasi tiga bek. ‘’Variasi taktik itu mengalir,’’ sebut Wicky, dalam wawancaranya kepada Tages Woche.

Musim ini, Wicky lebih banyak menerapkan formasi back three-nya di Liga Champions. Meski, dia belum mau menyebut akan mempertahankannya di depan Manchester City. ”Skema itu (back three) memang sudah masa lalu di sini (Basel, red). Tetapi, saya ingin elemen itu kembali, dan lebih baik lagi,” lanjut Wicky.

Dengan skema back three dalam 3-4-3, Marek Suchy, dan kawan-kawan nyaris sempurna dalam babak grup Liga Champions. Hanya CSKA Moskow yang bisa meredam Basel di St Jakob-Park pada saat memakai formasi 3-4-3. Meski begitu, dengan formasi yang sama, Basel meredam tim sekota City, Manchester United, dengan skor 0-1 pada 22 November lalu.

Bukan hanya berani mengembalikan skema Basel ke tradisi lamanya. Wicky pun mampu meremajakan skuat Basel musim ini. Salah satunya merekrut striker RB Salzburg yang usianya masih sangat muda, 19 tahun, Dmitri Oberlin. Bukan dibeli sebagai pelengkap, Oberlin mampu jadi top scorer Basel di semua ajang musim ini.

Direktur Olahraga Basel Marco Streller pun berharap keberadaan Wicky ini memberikan sentuhan berbeda di klub yang dia pimpin. ”Dia (Wicky, red) datang seperti racun, racun lewat jiwa mudanya,” sebut mantan pemain Basel yang baru pensiun dua musim lalu itu, dikutip Telebasel. Sama seperti Wicky, usia Streller juga masih cukup muda, 36 tahun. So, sama-sama muda kan? (*)
© 2014 - 2018 Padek.co