Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Bali United vs Yangon United: Bagi Konsentrasi Bukan Alasan


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-13 14:04:00 WIB    Dibaca : 31 kali

 


Lupakan dulu tekanan di Piala Presiden 2018. Konsentrasi Bali United saat ini kudu dicurahkan penuh untuk laga perdana grup G AFC Cup 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, sore nanti. Mereka akan menjamu klub Myanmar Yangon United FC (siaran langsung Fox sport/RCTI pukul 14.30 WIB).

Sekalipun sehari setelah laga sore nanti, Bali United sudah harus kembali berjibaku pada second leg semifinal Piala Presiden 2018 melawan Sriwijaya FC. Pantang bagi Serdadu Tridatu –julukan Bali United– kecolongan kali ini setelah sebelumnya gagal di Liga Champions Asia 2018.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro dengan tegas mengatakan, pantang bagi lawan untuk mencuri angka di kandang mereka. Terbaginya konsentrasi dengan Piala Presiden 2018 bukan menjadi alasan karena mereka punya kapasitas untuk membagi dua tim dengan kualitas tak jauh beda.

Problemnya, ada beberapa pemain inti yang baru saja bermain dalam first leg semifinal Piala Presiden 2018 melawan Sriwijaya FC di Palembang (11/2). “Karena itu kami akan melakukan rotasi pemain,” kata Widodo. Kebetulan, Bali United memang punya skuad besar berjumlah 36 pemain.

”Kami akan turunkan pemain yang kondisinya fit. Yang lelah, kami istirahatkan,” terangnya. Itu artinya, kans pemain muda untuk tampil cukup besar. Pemain seperti Sutanto Tan, Hanis Saghara Putra, dan Feby Eka Putra bisa saja turun. ”Tapi, kami masih akan lihat bagaimana kondisi fisik pemain saat latihan. Setelah itu, baru kami tentukan siapa saja yang siap tampil,” beber eks pemain timnas Indonesia itu.

Apabila rotasi pemain benar dilakukan, hal itu bisa menguntungkan Yangon United. Apalagi, runner-up Liga Myanmar musim lalu itu datang dengan kekuatan penuh. “Semua pemain dalam kondisi yang sangat bagus. Tak ada yang cedera. Kami memang mengincar kemenangan,” ungkap pelatih Yangon United U Myo Min Tun.

Untuk meraih tiga poin, Min Tun bahkan mengaku sudah mempelajari permainan Bali United. ”Dari pengamatan saya, ada empat pemain yang perlu dimatikan,” jelasnya. Pemain yang dimaksud sang pelatih adalah Fadil Sausu, Nick van der Velden, Ilija Spasojevic, dan Stefano Lilipaly.

”Kami ingin lolos. Laga pertama ini penting untuk mendapat tiga poin. Karena itu, kami akan waspadai pemain tersebut,” tegas Min Tun. Di sisi lain, Widodo tak merisaukan upaya lawan untuk meminimalisir pergerakan pemain kuncinya. “Itu sah-sah saja. Kami akan maksimalkan dukungan suporter di laga kandang untuk menekan lawan,” terang Widodo.

Meski demikian, Bali United patut waspada. Sebab, Yangon memiliki dendam kesumat dengan tim asal Indonesia. Mereka sudah berlaga dua kali di Indonesia. Di laga perdana, mereka memang mampu mengandaskan Persibo Bojonegoro 7-1 dalam ajang AFC Cup 2013 di stadion Manahan, Solo.

Nah, keperkasaan mereka lenyap pada laga keduanya di Indonesia. Bersua Persipura Jayapura dalam AFC Cup 2014 di Stadion Mandala, Yangon digilas dengan 2-9. Skor mencolok jelas tak ingin kembali dibawa pulang ke Myanmar. ”Karena itu, kami sudah melakukan berbagai persiapan. Kami optimistis,” ungkap Min Tun. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co