Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Eksotisme Sarasah Sungai Guntuang dan Pesona Gua Aie Singkek di Limapuluh Kota


Wartawan : 0 - Editor : Yogi - 2018-01-14 13:01:00 WIB    Dibaca : 56 kali

 

Air Telaga Sejuk, Cocok untuk Berpetualang
Satu lagi pesona dan layak dikunjungi para wisatawan. Sarasah Sungai Guntuang namanya. Objek wisata ini hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Gua Aie Singkek, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Limapuluh Kota. Satu paket perjalanan menarik meski sedikit lagi melangkah ke Kabupaten Agam.

Air terjun dengan telaga sejuk di bawahnya, menjadi ciri khas Sarasah Sungai Guntuang. Air terjun yang secara administratif berada di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Namun dekat dengan perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota.

Kucuran air dengan percikan warnanya yang memutih akan memanjakan pengunjung. Postingan foto oleh pemilik akun Facebook Vera Primadewi menunjukkan kendaraan roda empat sudah bisa sampai hingga air terjun. Artinya tidak sulit untuk dicapai untuk sekadar menikmati suara gemuruh air terjun dan menikmati hawa sejuk belantara.

”Air terjunnya patut dinikmati. Kendaraan sudah bisa masuk hingga sampai ke air terjun. Rasanya pas untuk pilihan petualangan akhir pekan,” sebut Metrizal, salah seorang warga Kototinggi, Kecamatan Gunuangomeh, Limapuluh Kota.

Mengikuti rute perjalanan dari pusat Kota Payakumbuh, lokasi Sarasah Sungai Guntuang bisa ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan dari pusat kota menuju Kecamatan Gunuangomeh di sisi Utara.

Sembari menikmati buah jeruk dari kebun warga yang dikenal dengan sebutan Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo), menikmati petualangan Gua Aie Singkek, selanjutnya meneruskan perjalanan hingga 4 kilometer menuju Palupuah, lokasi air terjun sudah bisa ditemukan.

Satu rute perjalanan, pengunjung akan bisa menikmati sejumlah petualangan menarik untuk dinikmati. Salah satu pilihan menarik untuk libur diakhir pekan, paket kunjungan wisata alam ini bisa jadi salah satu pilihan untuk dikunjungi.

Pesona Gua Aie Singkek
Tak hanya Sarasah Sungai Guntuang, kawasan ini juga memiliki objek wisata Gua Aie Singkek di Jorong Kampuangmalayu, Nagari Kototinggi. Gua ini bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat menuju Utara Kabupaten Limapuluh Kota. Berkendara sekitar 1,5 jam akan mengantarkan Anda hingga ke pintu gua.
Stalaktit yang membentuk kubah-kubah terbalik berwarna keemasan dari jenis spelothem atau mineral sekunder yang terbentuk dari tetesan air dari langit-langit gua, menghadirkan pemandangan indah dalam perut gua.

Kemudian stalagmit pada lantai gua yang terbentuk dari tetesan air dari kumpulan kalsit juga menyuguhkan keindahan yang tak kalah menarik dari saudaranya stalakmit yang berada di langit-langit gua.

”Gua Aie Singkek, sebenarnya ada dua yang bisa dikunjungi di Kototinggi ini. Letaknya berdekatan dengan mulut gua yang bisa dilewati oleh orang dewasa. Sementara di dalam gua terdapat ruangan yang luas,” sebut Metrizal, salah seorang warga Kototinggi, Selasa (9/1).

Dua gua yang berdekatan dan sama indahnya itu, memiliki aliran air yang mengalir ke sawah warga di Palambaan, Palangkitangan, Kototinggi yang mengalir ke sawah. ”Gua ini dari mulut pintu masuk hingga pintu ke luarnya berjarak kurang dari satu kilometer,” ucap warga ini.

Meski sudah sejak lama ditemukan warga, hanya saja baru-baru ini menjadi viral di media sosial sebagai salah satu daya tarik yang cukup mencuri perhatian. Tidak jauh dari tempat dibangunnya Monumen Nasional (Monas) Bela Negara, menurut cerita warga Gua Aie Singkek, sebelumnya juga menyimpan kisah sejarah perjuangan.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Limapuluh Kota, Desri menyebutkan pesona dalam gua bak tirai berlapis emas. Warna stalaktit dan stalagmitnya yang keemesan sungguh memesona. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co