Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Menanti Wajah Baru Ketua DPR


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 13:45:00 WIB    Dibaca : 44 kali

 

Irsyad MS - Mahasiswa Sosiologi Universitas Andalas

Publik sampai hari ini masih bertanya-tanya, siapakah dari politisi Golkar yang akan menggantikan Setya Novanto? Karena sampai saat ini, Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto belum merapatkannya. Keputusan tentu ada di tangan DPP Golkar soal siapa yang akan menikmati kursi Ketua DPR. Publik masih menanti wajah ketua baru di lembaga wakil rakyat yang terhormat tersebut. Banyak di antara para analisis politik yang mulai menerawang, siapakah yang akan menggantikan ‘Papa Novanto’ tersebut. Tentu persoalan tersebut menjadi hangat dan menarik untuk diperbincangkan. Banyak indikator yang dapat menjadikan para tokoh Golkar dapat menduduki kursi ketua DPR.

Pertama, ialah orang yang memiliki karakter yang kuat dan memiliki kharismatik yang cerah. Artinya, orang yang akan menduduki kursi pimpinan DPR adalah ia yang memiliki Track Record yang bersih dan tidak pernah bermasalah dengan hukum. Penanda seseorang yang memiliki karakter yang kuat dan kharismatik, mereka dapat merangkul seluruh kepentingan politik di DPR dan memberikan pengaruh yang menancap di parlemen tersebut. Kedua, orang yang berani memutuskan dengan cepat dan tepat setiap keputusan yang ada di DPR. Ketiga, orang yang memiliki watak yang tegas dalam memahami setiap keputusan yang diambil di lembaga legislatif tersebut. Banyak indikator lainnya. Namun, yang paling menonjol dan biasa terjadi adalah ketiga sifat tersebut.

Menunggu Sikap

Golkar saat ini, masih menunggu momen yang pas terhadap dinamika yang dialami saat ini. Bukan hal lumrah bagi Golkar menunggu keputusan siapakah yang menduduki kursi pimpinan DPR, sebab Golkar saat ini masih menunggu Revisi UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3. Golkar dengan manuvernya akan mengambil langkah strategis dengan memikirkan matang-matang siapakah yang akan menduduki kursi pimpinan dewan. Tentu hal itu harus dibarengi dengan sikap yang solid di internal Golkar menyikapi keadaan ini.

Penulis, baru saja menelusuri akun resmi Partai Golkar di salah satu media sosialnya, bahwa Golkar akan segera melakukan rapat fraksi terkait kursi pimpinan di DPR. Rapat fraksi ini menjadi penentu, ke mana Golkar akan mengarungi partai yang besar ini ke depannya. Ini bukan sekadar memilih siapa tokoh yang bisa menduduki kursi pimpinan. Tapi, untuk menentukan pemilihan legislatif dan Presiden selanjutnya, mengingat Golkar mengusung Jokowi untuk pilpres 2019 nanti. Maka, sudah seharusnya Golkar mengambil sikap dengan bijaksana demi keberlangsungan Partai Golkar ke depannya.

Desakan Parlemen

Akhir-akhir ini adanya desakan dari pimpinan parlemen terkait kursi pimpinan DPR. Hal itu terlihat dari pernyataan Fahri Hamzah, bahwa Fahri telah menyurati DPP Golkar agar segera merampungkan siapa yang akan menggantikan Setya Novanto. Atas desakan itu, DPP Golkar segera melakukan rapat fraksi partai agar dapat membulatkan suara terkait siapa pimpinan DPR ke depannya. Desakan dari pimpinan DPR itu bukan tanpa dasar, sebab di dalam undang-undang telah diatur bahwa pimpinan harus segera diisi apabila ada kekosongan jabatan.

Pasalnya, kursi pimpinan harus diisi sebagai jabatan dalam menentukan keputusan rapat sidang dan pengetokan palu. Maka, Golkar harus merampungkan secepatnya tanpa ada ulur-ulur waktu sehingga publik tidak dibuat penasaran.

Mengawal Bersama

Golkar sebagai partai besar yang telah kenyang dengan segunung pengalaman, yang sering diterpa badai politik, tentu telah memiliki sistem yang solid dan matang di internalnya. Partai yang telah berdiri di zaman Orde Baru ini begitu memahami betul dinamika yang muncul di setiap zaman. Tantangan demi tantangan selalu dijawab oleh Golkar dengan pikiran terbuka. Maka, sudah sepatutnya Golkar mulai berbenah diri dan memperbaiki diri di zaman yang serba instan ini.

Masyarakat sebagai pengawal, tentu tidak ingin kecolongan dengan berbagai sikap yang dimiliki Golkar. Golkar sebagai partai yang telah matang berpikir dan matang menyikapi sesuatu hal, harus lebih berani megedepankan sikap terbuka ke publik. Golkar yang kadernya begitu solid menjunjung tinggi azas keterbukaan publik sudah sepantasnya menjadi panutan bagi partai-partai lainnya. Sebagai partai yang telah menikmati tiga zaman transisi, tentu harus membuka diri dan memberikan pelajaran politik kepada masyarakat dengan cara yang baik, etis dan sesuai tuntutan zaman.

Golkar dengan segala daya power-nya harus memahami betul bagaimana keinginan publik terhadap kejayaan partai di kemudian hari, mengingat tahun depan ada pemilihan legislatif dan Presiden. Golkar harus betul-betul memanfaatkan momentum ini demi kebangkitan partainya ke depan. Untuk itu, Golkar dan pasukan kuning sudah tahu harus dibawa ke mana partai ini.

Besar harapan publik, agar Golkar terus melalukan penyempurnaan-penyepurnaan di setiap jenjang partai demi terciptanya hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan Golkar. Untuk itu, penulis mengajak kepada seluruh elemen bangsa agar tetap mempertahankan tradisi persatuan dan kesatuan di tengah beragam partai yang ada. Partai-partai juga harus mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang terbuka jujur dan transparan. Agar tidak adanya tutup-tutupan diantara partai dan masyarakat.

Begitu pula dengan masyarakat, masyarakat harus lebih bijak dalam menentukan pilihannya agar tidak adanya penyelesan nantinya. Masyarakat menjadi garda terdepan dalam menentukan arah politik bangsa ke depannya. Masyarakat agar terus memperhatikan dan menonton setiap dinamika yang terjadi demi terjalinnya hubungan yang erat antara partai dan masyarakat. Wallahu A’lam. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co