Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Waspadai Gerakan Komunisme


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 13:31:00 WIB    Dibaca : 65 kali

 


Angkatan 66 Sumbar Peringati Tritura Ke-52

Angkatan 66 Sumbar bakal memperingati Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) ke-52 tingkat Sumbar di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Senin (15/1) mendatang. Lewat momen bersejarah ini, generasi muda diingatkan agar mewaspadai gerakan komunis.

Panitia Pelaksana Peringatan Tritura ke-52 tingkat Sumbar, Masfar Rasyid kepada Padang Ekspres, kemarin (12/1) mengatakan, kegiatan itu dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, angkatan 66 se-Sumbar, DPRD, Forkopimda. Lalu, kepala OPD, ninik mamak, bundo kanduang, pelajar, mahasiswa dan kepala sekolah SD, SLTP dan SLTA.

Usai kegiatan itu, kata Masfar, selanjutnya dilakukan audiensi dengan DPRD Bukittinggi. Peringatan Tritura ke-52 tahun 2018 ini mengangkat tema ”Dengan jiwa dan semangat Tritura, kita tingkatkan kewaspadaan agar tidak munculnya paham komunis gaya baru demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur”.

Dalam resepsi tersebut, angkatan 66 Sumbar akan menyampaikan refleksi 52 tahun Tritura. Karena 52 tahun silam tepatnya 10 Januari 1966, terjadi aksi besar-besaran oleh pelajar dan mahasiswa di Indonesia, mengusung tiga tuntutan rakyat. Yakni, Bubarkan PKI, Turunkan Harga, Reshuffle Kabinet 100 Menteri.

Dalam aksi Tritura itu, salah seorang pelajar Ahmad Karim yang saat itu duduk di bangku kelas dua STM Bukittinggi tewas ditembak tentara. Untuk mengenang peristiwa Tritura itu, angkatan 66 Sumbar memperingati Hari Tritura tersebut di Bukittinggi.

”Tritura diperingati pada 10 Januari tiap tahunnya. Untuk itu, peringatan Tritura ke-52 tahun 2018 tingkat Sumbar kita dilaksanakan Senin (15/1),” ujar Masfar didampingi sejumlah tokoh angkatan 66 lainnya, seperti Makmur Hendrik, Syarwan Djas, Syarifuddin Djas dan Sukidi, di kediaman tokoh angkatan 66 Syarwan Djas, di Bukittinggi.

Menurutnya, peringatan Tritura ke-52 yang dilaksanakan di Bukittinggi mendapat respons positif dari gubernur Sumbar dan wali kota Bukittinggi. Makmur Hendrik menyebutkan, melalui peringatan Tritura ke-52 ini diharapkan generasi muda dapat melanjutkan perjuangan Tritura tersebut. Apalagi, saat ini mulai ada komunis gaya baru yang melakukan kegiatan di bawah tanah yang harus diwaspadai generasi muda.

Makmur menyebutkan, peringatan gugurnya Ahmad Karim bukan hanya sekadar mengingat, tetapi momen untuk merenung tanggung jawab generasi muda ke depan cukup berat, yaitu menjaga keutuhan NKRI dari komunisme.

”Gerakan komunisme harus tetap diwaspadai. Sudah saatnya generasi muda mencegah dan memberantasnya. Marilah kita tetap berjaga dan berhati-hati jangan sampai paham komunis hidup kembali,” sebut dia. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co