Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Rp 350 M untuk Bangun Koto Nan Ompek


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 13:25:00 WIB    Dibaca : 66 kali

 


Politik Tanpa Dendam, Riza Minta Dukungan KAN

Politik tanpa dendam. Slogan itu agaknya bukan sekadar lips service saja bagi Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. Meski dalam Pilkada Februari 2017 lalu penyandang gelar Datuak Rajo Ka Ampek Suku ini kalah dalam pemungutan suara di Nagari Koto Nan Ompek yang wilayahnya tersebar di seluruh Kecamatan Payakumbuh Barat, tapi Riza tidak berkecil hati.

Alih-alih menaruh dendam politik, Riza Falepi malah memastikan sepanjang 2018 ini Nagari Koto Nan Ompek yang secara adat memiliki 4 suku dan 19 kampung, ”dihujani” proyek infrastruktur berskala besar. Proyek-proyek tersebut nilainya ditaksir mencapai Rp 350 miliar.

”Insya Allah, tahun ini banyak proyek infrastruktur berskala besar yang akan dikerjakan di wilayah Koto Nan Ompek. Jika dihitung nilainya untuk sementara mencapai Rp 350 miliar. Mungkin bisa lebih,” kata Riza Falepi kepada Padang Ekspres usai bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Na Ompek, Kamis siang (11/1).

Proyek raksasa yang akan dilaksanakan di Koto Nan Ompek itu, menurut Riza, dimulai dari lanjutan normalisasi Batang Agam. ”Kegiatan normalisasi Batang Agam yang total anggaranya mencapai Rp 195 miliar dari APBN dan Rp 13 miliar dari APBD untuk tahun ini. Seluruh pengerjannya kita fokuskan di wilayah Koto Nan Ompek,” kata Riza.

Kemudian, Pemko Payakumbuh bersama Kementerian Pekerjaan Umum juga akan membangun water system processing atau sistem penyediaan air minum di kawasan Tanjungpauh, Koto Nan Ompek. Di mana, lewat sistem ini pemerintah akan menyaring air Batang Agam sebagai sumber air baku PDAM Payakumbuh. ”Proyek water system processing ini anggaran tahap pertamanya sebesar Rp 27 miliar,” sebut Riza.

Selanjutnya, masih di wilayah Koto Nan Ompek tepatnya di kawasan Ibuah, Pemko Payakumbuh juga akan membangun sport centre atau stadion olahraga. ”Pembangun sport centre ini, anggaran keseluruhannya diperkirakan tidak kurang dari Rp 50 miliar,” kata Riza Falepi.

Bersamaan dengan pembangunan sport center tersebut, menurut Riza, juga ada dua proyek besar lainnya di wilayah Koto Nan Ompek. Yakni, lanjutan pelebaran Jalan Sudirman dan pembangunan gedung parkir di pusat kota Payakumbuh, termasuk penataan pasar agar lebih nyaman buat pedagang maupun pengunjung.

”Untuk lanjutan pelebaran Jalan Sudirman di wilayah Koto Nan Ompek akan dimulai dari kawasan Simpang Benteng sampai ke Stasiun Parikrantang. Pembangunan ini kita maksudnya untuk mengubah wajah kota kita agar lebih humanis dan berorientasi menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki, serta siapa saja yang ingin ke pusat kota. Konsepnya, kira-kira seperti Jalan Dago di Bandung,” ujar Riza.

Untuk semua proyek raksasa yang akan dilaksanakan di wilayah Koto Nan Ompek sepanjang 2018 ini, Riza meminta dukungan dari KAN setempat. ”Kita harapkan dukungan dari niniak-mamak, cadiak-pandai, alim ulama, bundo kanduang, generasi muda dan anak nagari Koto Nan Ompek. Untuk itu, kita sengaja datang ke Balai Adat Koto Nan Ompek, bertemu dengan pengurus dan anggota KAN,” ujar Riza.

Sehari sebelum datang ke Balai Adat Koto Nan Ompek di kawasan Balai Nan Duo, Riza juga bertemu dengan pengurus KAN dari 10 nagari di Payakumbuh. Pertemuan itu dikemas dalam bentuk sedikit formal di Balai Kota Bukiksibaluik. Sedangkan pertemuan di Balai Adat Koto Nan Ompek berlangsung sedikit lebih rileks, tapi tetap serius.

Dalam pertemuan itu, Riza didampingi Asisten I Setko Payakumbuh Yoherman, Kadis Kominfo Elvi Jaya, Kabid Humas Henry Waluyo, Camat Payakumbuh Barat Nurdal dan sejumlah pejabat. Sedangkan KAN Koto Nan Ompek menanti dengan banyak pengurus, termasuk ketuanya, AK Dt Asa Dirajo yang juga pensiunan Polres Payakumbuh.

Dalam pertemuan itu, Riza menyebut, konsep pembangunan Payakumbuh pada periode kedua kepemimpinannya, berbeda dengan periode pertama. Kemudian, pembangunan Payakumbuh pada periode kedua, bukan hanya membangun di kawasan yang mendukung (dalam pilkada), tapi mesti merata di seluruh wilayah. Dan dalam pembangunan ini, Riza mengaku tidak bisa hanya mengandalkan kepintaran pemerintah daerah saja.

”Sepintar apapun, saya tak akan bisa membangun, tanpa peran serta masyarakat. Sebab itu, bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk menyampaikan rencana pembangunan Payakumbuh, menjadi bagian dalam planning saya,” kata Riza Falepi yang asli putra Koto Nan Gadang.

Soal mengapa pembangunan di 2018 ini banyak dilaksanakan di Koto Nan Ompek, faktor utamanya, menurut Riza, adalah ketersediaan tanah. “Masyarakat Koto Nan Ompek, khususnya di Ibuah dan Tanjuangpauh, mau tanahnya dijadikan untuk  pembangunan,” ujarnya.

Meski sepanjang 2018 ini, banyak proyek mercusuar dilaksanakan di Koto Nan Ompek. Tapi Riza tetap memastikan, 9 nagari lainnya yang ada di Payakumbuh, tetap menjadi perhatian pemerintah kota. Riza juga berharap, rencana strategis pembanguna kota, tidak terhalang dengan sentimen-sentimen yang tidak sebanding dengan harga pembangunan yang akan diterima.

“Kita sudah capek cari anggaran untuk pembangunan daerah. Untuk kemajuan bersama. Kita berharap, janganlah dihalangi dengan sentimen yang tidak sebanding dengan harga pembangunan yang akan kita terima. Ini yang perlu kita jaga bersama. Sebenarnya, bisa saja pemerintah pakai aparatur hukum. Tapi sebaiknya jangan. Ngapain kita harus kaku untuk urusan seperti ini,” pungkas Riza Falepi. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co