Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Panwaslu Imbau Warga Bijak Bersosmed


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 13:17:00 WIB    Dibaca : 31 kali

 


DPRD Minta Gencarkan Sosialisasi

Tingginya tensi politik menjelang pilkada Padang mulai dirasakan sebagian warga. Saling serang dan menyalahkan antar pendukung pun tak dapat dihindarkan dan mulai mewarnai media sosial (medsos) akhir-akhir ini. Hal tersebut mendapat perhatian tersendiri dari Panwaslu dan DPRD Padang.

Ketua Panwaslu Padang Dorry Putra mengingatkan kepada masyarakat agar tidak saling menjelek-jelekkan pasangan calon (paslon). Apalagi, sampai melakukan kampanye hitam (black campaign). “Jika ada pelanggaran atau yang merasa dirugikan, masyarakat bisa melaporkan kepada kami,” ucap Dorry, Jumat (12/1).

Untuk itu, Dorry meminta agar masyarakat tidak sembarang menulis status atau berkomentar, apalagi menyebar konten yang dapat menimbulkan perpecahan di medsos. “Kalau ada ujaran kebencian atau kampanye hitam dan ditemukan ada unsur tindak pidana, bisa diteruskan ke kepolisian,” ulasnya.

Diakui Dorry, sejauh ini belum ada laporan terkait ujaran kebencian melalui media sosial, namun masyarakat dimintanya untuk tetap cerdas bermedia. “Meskipun belum ada laporan, kami terus melakukan pemantauan di sosial media, dan kita minta warga Padang, cerdas bermedia,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Padang Budiman berharap agar Panwaslu juga maksimal memberikan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait untuk menjelaskan larangan-larangan di medsos. Khususnya berkenaan dengan pilkada mendatang.

Dia meyakini, ke depan medsos akan semakin ramai dan panas. Bahkan, ujaran kebencian maupun menjelek-jelekkan paslon lain pasti akan terjadi. “Saya berharap Panwaslu bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat tidak sembarang menulis status di medsos,” harapnya.

Selain itu, sebut Budiman, pilkada merupakan pesta demokrasi yang diikuti oleh orang dewasa, sehingga sudah selayaknya masyarakat atau kedua masa pendukung paslon juga bersikap dewasa dalam mengikutinya. “Pilkada merupakan festival ide, gagasan, dan konsep dalam membangun Padang ke depan, jangan cederai dengan black campaign di media sosial atau media apa saja,” imbaunya.

Selain itu, ditegaskan Budiman, pilkada Padang memiliki tagline “Pilkada Badunsanak”, jangan karena soal siapa memilih siapa, sosial kemasyarakatan yang telah kita bangun berpuluh-puluh tahun menjadi rusak. “Untuk itu, kita harapkan semua pihak terkait berperan untuk menurunkan tensi politik yang mulai memanas di ranah media sosial tersebut,” pintanya.

Diketahui, pilkada Padang bakal berlangsung head to head. Pasalnya, bapaslon dari jalur perseorangan yakni Syamsuar Syam-Misliza yang awalnya diperkirakan akan lolos dan akan menjadi paslon ketiga, nyatanya gugur karena KPU Kota Padang menyatakan bapaslon ini tidak memenuhi syarat. Pertarungan antar incumbent ini diprediksi bakal berlangsung sengit. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co