Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Tawuran, 13 Pelajar Ditangkap


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 13:09:00 WIB    Dibaca : 79 kali

 


Tawuran antar pelajar kembali pecah, Jumat siang (12/1). Sebanyak 13 pelajar dari berbagai SMK di Kota Padang berhasil diamankan pihak kepolisian. Mereka langsung digiring ke Mapolresta Padang untuk didata.

Dari informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lapangan, penangkapan puluhan pelajar tersebut dilalukan di dua tempat yaitu di kawasan GOR H Agus Salim dan kawasan Tamsis Jumat (12/1) sekitar pukul 13.00.

Polisi yang mengetahui adanya tawuran, langsung menuju lokasi tawuran di GOR H. Agus Salim. Melihat adanya polisi yang datang dengan sepeda motor, mereka lari menyelamatkan diri. Bahkan saking takutnya mereka menabrakkan sepeda motornya ke arah personel polisi sehingga membuat polisi jatuh.

Lima orang pelajar, satu sepeda motor dan dua unit senjata tajam berhasil diamankan petugas dan dibawa ke Polresta Padang.
Sekitar 15 menit kemudian, tawuran pecah lagi di kawasan jembatan Tamsis.

Di sana, puluhan pelajar yang sedang tawuran melihat kedatangan polisi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Dari puluhan pelajar yang terlibat tawuran, hanya 8 orang berhasil diamankan. Dari tangan mereka, polisi menemukan gear motor, obeng, ikat pinggang yang di ujungnya ada besi dan alat lainnya. Mereka langsung dibawa ke Polresta Padang untuk diproses.

Adapun pelajar yang diamankan itu yakni IS, 17, IC, 18, SA, 20, AM, 17, RD, 17. Lalu NA, 18, MH, 17, RN, 18, AI, 18, WW, 16, EA, 16, AP, 18, RD, 17.

Waka Polresta Padang AKBP Tomi Bambang Irawan didampingi Kabag Ops Kompol Ediwarman mengatakan, akan memproses para pelaku tawuran ini. “Kita tidak main-main, kalau ada unsur pidananya akan kita proses dan selebihnya akan kita minta orang tua dan pihak sekolah ke Polresta Padang,” ungkapnya.

Salah satu pelaku tawuran EA, 16, mengaku hanya ikut-ikutan saja. Ia mengaku tidak tahu apa-apa ketika sedang duduk-duduk di jembatan Tamsis. “Ketika polisi datang, saya ditangkap,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman menegaskan, pihaknya telah berulang kali memberikan imbauan baik secara tertulis maupun lisan kepada seluruh siswa untuk tidak bertindak di luar kepatutan.

“Membawa senjata tajam dilarang keras, kami sudah berkali-kali melakukan imbauan, dan meminta pihak sekolah bertegas-tegas dalam memberikan sanksi kepada siswa yang terlibat tawuran tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, pelajar yang nekat berbuat tawuran tersebut merupakan para pelajar yang mudah terpengaruh akibat bermain di lingkungan yang salah. Oleh karena itu, selain guru peran orang tua sangat dibutuhkan untuk melakukan pengawasan kepada anaknya.

“Kalau hanya diawasi oleh guru, tentu tidak maksimal, peran orang tua sangat vital untuk mengawasi tumbuh kembang anaknya,” jelasnya.

Masa remaja, menurut Burhasman merupakan masa pencarian jati diri, jika bergaul di tempat yang salah, tentu mereka akan meniru sikap dan perbuatan orang yang biasa bergaul dengannya. “Di sana peran orang tua, memastikan setiap anaknya bergaul dengan orang-orang yang baik dan, mendukung bakatnya sehingga terhindar dari perbuatan negatif,” ucapnya. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co