Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Chelsea vs Leicester City: Fokus Conte, Tetap Fokus


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 12:59:00 WIB    Dibaca : 26 kali

 


Chelsea belum memenangkan satu laga pun sejak masuk di 2018. Tiga kali main, tiga kali imbang. Awal tahun terburuk sepanjang rezim Roman Abramovich berkuasa di musim panas 2003. Nah, akankah fenomena tak biasa ini akan berpengaruh pada posisi Antonio Conte di kursi panas tactician The Blues?

Apalagi, beberapa hari terakhir ini media-media Inggris sudah banyak memberitakannya bakal hengkang dari London Cobham pada akhir musim ini. Makanya, laga menjamu Leicester City di Stamford Bridge, London malam nanti WIB akan menguji fokus The Godfather (siaran langsung beIN Sport 1 pukul 22.00 WIB).

Bukan hanya terburuk era Roman Emperor. Tiga laga awal tahun tanpa kemenangan pun jadi catatan terburuk klub London Barat tersebut sejak awal tahun 1995. “Semuanya masih bisa terjadi, saya masih punya sisa kontrak semusim lagi di klub ini. Kembali lagi, di sepak bola apa saja bisa terjadi,” tutur Conte dalam konferensi persnya tadi malam.

Kabar hengkangnya Conte ini bukan kali pertama berhembus musim ini. Kali pertama ini berhembus setelah Chelsea menelan dua kali kekalahan beruntun Premier League saat Oktober. Atas Manchester City (30/9) dan Crystal Palace (14/10). Hanya, kabar ini makin kencang sejak awal Januari ini.

”Bahkan, saya hafal dengan pertanyaan yang sering Anda ajukan berkali-kali sedari awal musim,” keluhnya. Meski begitu Conte sudah paham konsekuensi ini sejak dia ditawari melatih Chelsea. ”Sejak kekalahan pertama atas Burnley banyak yang ingin saya dipecat. Tekanan yang tak biasa terjadi di klub lain. Butuh pengalaman besar, percaya pada pekerjaanmu. Seperti yang saya lakukan dalam dua musim bekerja di sini,” tutur pelatih dengan 77 persentase menang itu.

London Evening Standard mengklaim, kebijakan transfer jadi salah satu penyebab relasi Conte-Abramovich. Terutama dengan keputusannya yang sering membangku cadangkan David Luiz. Chelsea disebut telah mencari figur suksesornya mulai dari Carlo Ancelotti, Luis Enrique, Massimiliano Allegri (Juventus), dan Diego Simeone (Atletico Madrid)

Setelah pergi dari London, empat tujuan menantinya. Ke Paris Saint-Germain (PSG) jadi pengganti Unai Emery, ke Real Madrid mengganti Zinedine Zidane, ke AC Milan, atau kembali menduduki posisi lamanya sebagai allenatore timnas Italia. Seperti diklaim Sky Italia. ”Apapun bisa terjadi,” katanya lagi.

Kontrak Conte di jawara bertahan Premier League tersebut baru akan berakhir di musim panas 2019. Jika benar-benar pergi, maka Conte akan mengikuti jejak pelatih Chelsea lain yang pernah memberi trofi juara Premier League. Dari lima gelar Premier League yang didapat, para pelatihnya selalu pergi dari Chelsea sebelum kontraknya rampung.

Ingat Jose Mourinho (2004-2005, 2005-2006, dan 2014-2015), ataupun Ancelotti (2009-2010)? Dan, Conte sebagai peraih gelar juara Premier League kelima Chelsea. Musim ini, kans Gary Cahill dan kawan-kawan mempertahankan trofi juara Premier League-nya sudah semakin menipis. Pada pekan ke-22 saja mereka sudah berselisih 16 poin dari Manchester City di puncak.

Gap poin yang bisa saja makin menjauh andai malam nanti WIB mereka lagi-lagi meraih hasil tanpa menang, keempat beruntun di awal musim. Tidak hanya Conte yang mesti fokus, itu juga berlaku pada pemain Chelsea. Seperti yang dikatakan kiper Thibaut Courtois.”Kami butuh insting pembunuh,” katanya, kepada situs resmi klub.

Tiga laga, tiga imbang, dan dua gol itu dicapai Chelsea dari 56 kali tembakannya ke arah pertahanan lawan. ”Harusnya kami bisa menciptakan banyak gol. Karena, saya merasa peluang-peluang yang kami dapatkan cukup berbahaya. Kami hanya perlu lebih tenang menuntaskannya (peluang jadi gol),” tambah Courtois. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co