Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Kemenpora Beri Tambahan Waktu 1 Hari


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-13 12:42:00 WIB    Dibaca : 22 kali

 


Kemenpora dan 40 cabor Asian Games duduk bersama di Auditorium Wisma Kemenpora kemarin. Pemaparan, diskusi, dan tanya jawab membahas soal anggaran pelatnas dirembug bersama. Hasilnya, Kemenpora memberi kelonggaran waktu hingga hari ini untuk menandatangani nota kesepahaman anggaran pelatnas.

Pesan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana pada Rapat Koordinasi Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Persiapan Asian Games XVIII 2018 kemarin. ”Tapi harus ada alasan jelas. Kalau tidak ya harus hari ini (kemarin, Red),” ucapnya. Mengingat, nota tersebut yang berhak menandatangani hanya Ketua Umum atau Sekretaris Jenderal Pengurus Besar/Pusat.

Dia tidak mau masalah anggaran pelatnas semakin berlarut-larut. Lebih baik segera diselesaikan sehingga fasilitas yang menjadi hak atlet maupun pelatih bisa segera cair. ”Pemerintah sudah mengupayakan atlet diberi honor lebih dulu baru bekerja. Sehingga motivasi atlet untuk latihan meningkat dan merasa dihargai,” terangnya.

Mulyana mengatakan, untuk Surat Keputusan (SK) atlet dari menteri semuanya sudah ditandatangani. Ada 750 atlet Asian Games, 300 atlet Asian Para Games, dan 300 pelatih. Namun, selama periode dari Januari hingga April pihaknya bersama KONI akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi. Mengingat, dalam pelatnas menganut sistem promosi-degradasi.

Bisa saja, lanjut dia, jumlah tersebut malah berkurang. ”Kalau selama tiga bulan tidak memberikan prestasi akan kami coret,” katanya. Mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI itu menyatakan, akan memberikan bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018. Bonus diberikan dalam tiga bentuk. Yakni, pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil, hadiah rumah, dan uang tunai.

Imam Nahrawi bersyukur 21 cabor sudah menandatangani MoU (memorandum of understanding). Menurut dia, pertemuan itu bisa menjadi tempat curhat, komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antara pemerintah, panita penyelenggara serta pengurus 40 cabor. Imam menghimbau supaya masalah-masalah teknis dan administrasi bisa diselesaikan secara internal.

Harapannya, seluruh fasilitas yang diinginkan pemain, pelatih, dan manajer bisa tersalurkan dengan cepat. Dia juga meminta kepada 40 cabor bisa menerima memahami dan fokus dengan anggaran yang hanya memprioritaskan number of event yang bisa memberikan medali untuk Indonesia.

Apa saja nomor olahraga unggulan itu? Menteri kelahiran Bangkalan tersebut belum mau memberitahu. Namun, Imam berjanji akan mengumumkannya pada bulan Juni. ”Kami tidak ingin memberikan beban yang berat bagi atlet,” kelitnya. Menurutnya, ada masalah non teknis yang perlu diperhatikan untuk menunjang performa atlet. Antara lain psikologi, kesehatan, dan cedera atlet.

Chief de Mission Komjen Pol Syafruddin pada acara itu memperkenalkan dua Deputi yang akan membantu kinerjanya. Irjen Pol Royke Lumowa dan Mayjend TNI Herindra. Bersama itu, perwira dengan tiga bintang di pundak tersebut memamerkan GOR PTIK sebagai markas cabor Asian Games 2018 dalam slide presentasi. ”Jangan ada lagi kumpul-kumpul cabor atai curhat di luar. Satu tempat saja di PTIK,” ucapnya lantang. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co