Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Sosialisasi Politik untuk Generasi Millenial


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 16:11:00 WIB    Dibaca : 54 kali

 

Adjie Surya Kelana - Ketua Umum HMI Komisariat FISIP UNAND

Buta terburuk adalah buta politik. Dia tidak mendengar, tidak melihat, tidak berpartisipasi dalam setiap agenda politik. Dia tahu bahwa kenaikan harga barang dan jasa, kemiskinan, dan kemajuan negara tergantung kepada keputusan politik. Dia dengan bangga mengatakan benci kepada politik. Dia tidak sadar bahwa apa yang dia kerjakan menyebabkan orang lain kehilangan pekerjaan, anak terlantar, hadirnya politisi buruk, dan buruknya pengelolaan negara”. (Bertold Brecht)

Begitulah Brecht menjelaskan bagaimana pentingnya keseluruhan masyarakat berpartisipasi dalam setiap agenda politik suatu daerah ataupun negara. Politik saat ini memang dikenal sebagai suatu pisau yang bisa menusuk seorang masyarakat lemah, hingga ajal mengakhiri kehidupannya. Tapi kenapa reputasi buruk itu tidak diperbaiki menjadi suatu hal yang bermanfaat dengan mengilhami pernyataan dari Bertold Brecht tersebut?

Sebagai mahasiswa yang mendalami kajian politik, saya cukup sinis ketika mendengar pandangan masyarakat tentang politik. Selama 3 tahun lebih mempelajari ilmu politik, saya belum pernah diajarkan bagaimana proses jahil dalam berpolitik. Termasuk ketika nanti mempersiapkan diri menjadi praktisi politik. Namun kenyataan di berbagai tempat, banyak khalayak yang memaknai politik sesingkat “korupsi” atau “curang”, dan sebutan-sebutan buruk lainnya.

Politik merupakan sebuah hal yang sangat dermawan. Dengannya (politik), negara terbelakang bisa menjadi negara berkembang, bahkan maju. Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan akan bisa mendapatkan lapangan pekerjaan yang banyak. Tentunya hal tersebut bisa terjadi jikalau kita bisa memanfaatkan politik untuk hal-hal positif. Ikut serta dalam pemilu/pilkada merupakan salah satu contohnya.

Kota Padang dan berbagai kota lainnya di Sumatera Barat saat ini sedang memasuki tahun perpolitikan. Berbagai atribut promosi sudah banyak terpampang hampir di keseluruhan jalanan kota. Media televisi-pun juga tak luput memberitakan agenda-agenda politik yang terjadi di setiap daerah. Hal tersebut wajar, sosialisasi politik memang harus menyentuh ke seluruh lini penjuru masyarakat.

Generasi millennial dalam pendefenisian tulisan kali ini adalah generasi muda yang lahir pada era 1990-an. Generasi ini dirincikan sebagai remaja/pemuda yang intens melakukan setiap kegiatan menggunakan laptop, smartphone, dan internet. Atau dikategorikan sebagai teknologi modern. Tak banyak juga generasi millenial ini yang tergolong kepada kelompok-kelompok hedonis (orang-orang yang cenderung menganggap bahwa hidup ini untuk mencapai kesenangan pribadi, atau juga Pragmatis), orang-orang yang lebih memilih hal instant dibandingkan proses yang memakan waktu, atau bahkan apatis (orang-orang yang tidak tahu-menahu terhadap urusan lain). Pendidikan politik sangat penting untuk disampaikan kepada generasi ini.

Sejatinya, sosialisasi politik dilaksanakan oleh partai-partai politik yang terdaftar secara administrasi di negara. Tapi untuk era saat ini, semua elemen masyarakat saya pikir berhak untuk menyosialisasikan politik. Apalagi mengingat ini baru awal tahun 2018. Masih banyak agenda politik yang akan datang di bulan-bulan atau tahun-tahun selanjutnya. Andai generasi muda saat ini bersikap apatis terhadap politik, maka secara kasarnya, mereka telah membiarkan orang-orang yang akan merusak untuk memimpin.

Setelah ini akan hadir pilkada di berbagai Kota di Sumatera Barat. Setelah itu, tahun 2019 juga akan ada pemilu legislatif. Generasi-generasi muda yang sadar akan pentingnya politik diharapkan bisa untuk berkontribusi dalam memberikan penyadaran terhadap pemuda-pemuda lain perihal pentingnya berpartisipasi dalam agenda politik.

Berpolitik tidak selalu dalam agenda resmi layaknya pilkada atau pemilu. Bermusyawarah dalam mengambil keputusan bisa dikategorisasikan sebagai tindakan berpolitik. Makna politik adalah proses pengambilan keputusan. Generasi muda mesti paham bagaimana tata cara pengambilan keputusan yang baik dan benar. Dan itu tidak saja didapatkan di daerah-daerah berpendidikan. Musyawarah adalah salah satu wadahnya. Generasi muda saat ini mesti diajarkan untuk mendahulukan musyawarah dalam menetapkan suatu keputusan. Berikut itulah langkah awal dalam menyosialisasikan politik pada generasi muda.

Selain itu, mempersiapkan pemimpin dari generasi muda zaman sekarang adalah salah satu bentuk upaya penyelamatan politik di Indonesia. Pandangan buruk tentang politik mesti dituntaskan dengan menghadirkan pemimpin yang benar-benar menjadi anti-tesis dari aktor politik yang selama ini terkenal dengan berbagai tindakan kejahatannya. Penting memberikan penyadaran bahwa seluruh aktivitas negatif yang dilakukan akan berdampak buruk untuk masyarakat banyak.

Hadirnya berbagai game online, media sosial, dan berbagai aplikasi menarik lainnya berhasil membuat generasi muda terperdaya dan memainkannya. Oleh karena itu, orang-orang yang peduli politik (diluar kader partai politik) seperti para penstudi ilmu politik diharapkan bisa untuk menghadirkan sesuatu yang manarik untuk memperkenalkan politik kepada remaja atau pemuda tersebut.

Rekan-rekan mahasiswa atau penstudi ilmu politik merupakan salah satu elemen yang suatu hari nanti diharapkan akan menjadi penyelamat politik Indonesia. Proses pembelajaran di perguruan tinggi diharapkan bisa tersampaikan hingga masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan politik di tempat lain. Bagaimanapun juga, seluruh masyarakat harus mengetahui bahwa partisipasi politik itu penting. Kepekaan terhadap aktivitas politik juga tidak luput dari kata penting.

Pandangan-pandangan buruk tentang politik mesti diminimalisir. Untuk mengupayakannya, kita butuh aktor-aktor politik yang memang menjadi anti-tesis dari keburukan tersebut. Kita harus mengetahui dan paham orang-orang yang akan ikut serta dalam pilkada, pileg, atau pemilu. Jangan sampai pilihan kita diberikan kepada orang-orang yang tidak mengerti makna politik. Berpartisipasilah dan rasakanlah manfaatnya. Karena kita semua juga paham bahwa setiap yang kita pilih tentu ada konsekuensinya, termasuk dengan acuh tak acuh terhadap aktivitas politik. Semoga bermanfaat. (*)

© 2014 - 2018 Padek.co