Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Massa Pendukung Paslon Protes


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 16:08:00 WIB    Dibaca : 36 kali

 

Simulasi Pengamanan Pilkada Padang

Tingginya tensi politik bisa saja memancing kondisi terburuk saat pelaksanaan Pilkada Padang 2018 ini. Guna menjaga keamanan selama pesta demokrasi, 1.500 personel diturunkan Polresta Padang. Bahkan dalam simulasi yang digelar di Lapangan Pacu Pangkalan Udara (Lanud) Sutan Sjahrir, kemarin (11/1) terungkap, masing-masing calon bakal dikawal oleh dua personel.

Simulasi yang digelar Polresta Padang kemarin, melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait berlangsung dalam sembilan adegan utama.

Pantauan Padang Ekspres, personel akan melakukan pengamanan lalu lintas di beberapa titik di jalan raya oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang sehari menjelang pemilihan berlangsung. Kemudian, pengamanan di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terjadi kericuhan. Masa pendudukung salah satu pasangan calon (paslon) tidak menerima hasil penghitungan suara.

Adegan ketiga, masa pendudukung paslon yang tidak menerima hasil kekalahan calonnya, mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang untuk meminta diadakan pemilihan ulang. Pada adegan ini, situasi mulai memanas dan massa memaksa masuk ke ruang KPU. Namun, keadaan dapat dikendalikan dan massa pendukung dibubarkan dengan cacatatan massa pendukung bakal mendatangi KPU Sumbar dengan jumlah yang lebih banyak.

Adegan pengunjuk rasa yang meninggalkan KPU Padang menuju rumah masing-masing menggunakan sepeda motor juga diperlihatkan. Ada beberapa simpatisan yang tidak memakai helm dan dilakukan penindakan oleh Satlantas Polresta Padang yang sedang mengamankan jalan di persimpangan.

Salah seorang peserta aksi melawan dan anggota Satlantas Polresta Padang ditusuk di bagian perut menggunakan senjata tajam (Sajam). Selang beberapa jam, tersangka dapat dilumpuhkan dan dibawa ke Mapolresta Padang.

Adegan kelima, masa pendukung mendatangi KPU Sumbar. Dalam adegan ini, satu pleton Polwan Negosiator Polresta Padang diturunkan untuk mendatangi koordinator lapangan (korlap) aksi. Namun negosiasi gagal dan pasukan pengendalian massa (Dalmas) bersiaga di depan KPU Sumbar.

Keadaan semakin genting dan terjadi kericuhan antara pengunjuk rasa dan pasukan Dalmas Polresta Padang. Melihat massa dengan jumlah yang sangat banyak, dan keadaan semakin meruncing, dua unit mobil water cannon diturunkan untuk memecah konsentrasi massa yang mulai bertindak anarkis. Sempat terjadi pembakaran ban di depan KPU Sumbar. Namun keadaan berhasil dikendalikan dengan membuat formasi paruh lembing, massa pun berhasil dipukul mundur.

Adegan keenam, pengunjuk rasa yang berhasil dipukul mundur tersebut membakar sebuah swalayan yang tak jauh dari lokasi KPU Sumbar berada. Tim pemadam kebakaran (Damkar) Padang pun menuju lokasi untuk memadamkan si jago merah. Pasukan Dalmas dibantu satu pleton pasukan pengurai masyarakat (Raimas) dan satu unit water canon lagi-lagi berhasil memukul mundur pengunjuk rasa yang melakukan pembakaran.

Tak hanya sampai di situ, pada adegan ke tujuh Tim Cyber Crime Polresta Padang, melakukan penggerebekan dan penangkapan di posko pelaku ujaran kebencian melalui media siber. Tim Cyber Crime bergerak cepat setelah berhasil melacak lokasi tersangka ujaran kebencian berada. Tersangka dibawa ke Mapolresta Padang untuk penyidikan lebih lanjut dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari Polda Sumbar diturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di posko ujaran kebencian.

Saat olah TKP, tim Inafis menemukan benda yang dicurigai, akhirnya tim K-9 yang membawa anjing pelacak dan tim penjinak bom (jibom) Brimobda Polda Sumbar diturunkan ke TKP. Pada adegan kedelapan penjinakan benda yang dicurigai bom tersebut berhasil diledakkan di TKP posko ujaran kebencian. Pada adegan ke sembilan penghadangan mobil VIP yang membawa wali kota dan wakil wali kota terpilih ke DPRD Padang untuk pelantikan. Namun massa yang melakukan penghadangan dapat dikendalikan.

Wakil Kepala (Waka) Polda Sumbar, Brigjen Pol Bayu Wisnumurti menegaskan, pihaknya akan selalu berupaya untuk mengamankan dan mengawal pelaksanaan pilkada serentak 2018 yang dilaksanakan di empat kota di Sumbar. “Kita saat ini sudah melakukan persiapan dan pemetaan daerah-daerah yang berpotensi konflik dan mempersiapkan seluruh personel, agar pilkada serentak ini berjalan lancar dan damai,” katanya usai simulasi kepada awak media.

Selain itu, menurut dia, simulasi merupakan antisipasi terhadap kemungkinan terburuk saat pilkada berlangsung. “Kita minta seluruh personel siap dengan segala kemungkinan yang ada. Namun kita berharap pilkada nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya konflik,” harapnya.

Lebih jauh disebut Waka Polda, Tim Cyber Crime telah bekerja dan melakukan pemantauan di suluruh sosial media setiap waktu. “Kita imbau, masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan konten atau berucap di sosial media agar tidak menjadi masalah di kemudian harinya,” tegasnya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, simulasi yang digelar merupakan bentuk gambaran terburuk dalam Pilkada Padang 2018 nanti dan bagaimana cara untuk menghadapinya. Meski telah menyiapkan diri, diharapkan Pilkada Padang akan berjalan aman dan lancar. “Ini hanya simulasi kemungkinan terburuk, mudah-mudahan tidak terjadi yang seperti ini,” ujarnya.

Untuk pengamanan Pilkada, menurut Chairul Aziz, pihaknya telah menyiapkan 1.500 personel untuk melakukan pengamanan Pilkada Padang 2018. “Itu baru dari Polri, belum termasuk TNI, Linmas dan lainnya. Sejauh ini kecamatan dan kelurahan masih dalam keadaan kondusif, kita harap semua tahapan pilkada berjalan lancar dan damai,” ucapnya.

Kapolresta mengimbau seluruh massa pendukung calon tidak melalukan black campaign yang bermuatan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang dapat menimbulkan perpecahan. “Untuk pengamanan pasangan calon, kita berlakukan sama, tidak ada yang dispesialkan. Meski incumbent atau tidak, masing-masing pasangan calon kita tugaskan dua personel untuk mengawalnya,” pungkas Kapolresta. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co