Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Penambahan Soal USBN Minim Sosialisasi


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 16:05:00 WIB    Dibaca : 25 kali

 

Disdik Janji Kumpulkan Kepsek

Mulai tahun ini, sekitar 10 persen soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SD berupa esai. Sayangnya, sosialisasi penambahan soal, masih minim. Dinas Pendidikan Padang berjanji akan mengumpulkan para kepala sekolah (kepsek) untuk sosialisasi.

Sejumlah kepala SD mengaku terkejut karena pihaknya belum pernah mendengar kebijakan baru itu. “Yang kami ketahui beberapa waktu lalu, wacana 8 mata pelajaran yang akan di-USBN-kan. Kalau untuk penambahan soal esai itu, jujur saja baru hari ini (kemarin, red) saya mengetahuinya,” ujar Kepala SDN 06 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo, Guslinda kepada Padang Ekspres, kemarin (11/1).

Meski begitu, pihaknya mendukung kebijakan baru Kemendikbud tersebut. Pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan guru-guru kelas. “Siap tidak siap harus siap. Karena kami yakin, Pemerintah Pusat sudah mempertimbangkan dengan matang setiap kebijakan yang dibuatnya,” terangnya.

Senada diutarakan Kepala SDN 12 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo, Agus Yadi. Mendapat informasi itu, pihaknya akan menambah soal esai pada soal try out (TO) yang akan diberikan kepada siswa. “Kami akan membiasakan siswa kami menjawab soal-soal esai,” ungkapnya.

Salah seorang guru kelas di SDN 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Sardewi menilai, dengan adanya soal esai, siswa menjadi lebih tertantang untuk menguasai mata pelajaran.

“Baguslah kalau memang benar ada soal esai. Jadi siswa tidak asal-asalan menjawab soal ujian. Karena mereka mesti menguasi mata pelajaran,” terangnya.
Ucapan guru kelas ini diamini anak didiknya. “Saya setuju kok dengan ada soal esai. Membuat saya menjadi lebih tertantang untuk belajar lebih ekstra lagi,” kata Kongso Nugroho, siswa kelas VI SDN 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo.

Siswa kelas VI SDN 12 Kampung Lapai, Putri Diana mengaku akan mempersiapkan USBN ini mulai dari sekarang. Salah satunya, dengan belajar tambahan di rumah. “Mau tak mau, saya harus belajar lebih giat lagi karena menjawab soal esai tidak bisa asal-asalan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Padang, Barlius mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan penambahan 10 persen soal USBN ini. Dan ia pun optimis siswa mampu menjawab soal esai tersebut, karena pada umumnya siswa telah terbiasa menjawab soal ujian dalam bentuk esai. Seperti pada ujian akhir sekolah dan ujian MID semester.

“Benar ada beberapa kepala sekolah yang sedikit kaget dengan aturan baru Kemendikbud ini. Namun, kami akan segera mengumpulkan para kepala sekolah untuk diberikan pengarahan,” jelasnya.

Pengamat Pendidikan dari UNP, Jamaris Jamna mendukung adanya penambahan soal esai dalam USBN tingkat SD. Menurutnya, soal esai melatih kemampuan nalar siswa dan membuat siswa lebih kreatif. Di samping itu, setiap jawaban esai bisa dipertimbangkan. Tidak seperti pilihan ganda, yang mana jawabannya sangat mutlak.

Namun, permasalahannya apakah guru-guru sudah membiasakan siswanya untuk menjawab soal-soal esai ini? Selama ini, menurutnya, guru-guru terlihat masih terpaku pada buku paket. “Orientasi buku paket ini juga sedikit berbeda dengan sistem USBN tahun ini. Soal esainya masih minim. Sehingga siswa lebih terbiasa menjawab soal pilihan ganda,” jelasnya. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co