Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Andre Dorong Pemilih Pilkada Meningkat


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 16:05:00 WIB    Dibaca : 26 kali

 

Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade merasa yakin Pilkada Padang akan seru, karena hanya akan dilakoni dua pasangan calon. Apalagi, keduanya adalah petahana wali kota dan wakil wali kota yang memilih jalan berbeda. Head to head ini diharapkan dapat memancing keluarnya ide-ide pembangunan brilian dari kedua kandidat.

“Sayang sekali, calon yang dari perseorangan kabarnya gagal maju karena kendala LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Padahal sudah susah-susah mengumpulkan dukungan suara sampai puluhan ribu. Jadinya seperti yang diprediksi dari awal, Mahyeldi-Emzalmi akan saling berhadapan,” sebut Andre Rosiade dalam diskusi dengan wartawan, kemarin (11/1).

Andre yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra ini meyakini, Pilkada Padang 2018 bakal berlangsung panas. Sebab, kedua pasangan memiliki basis massa yang cukup, meski diusung dukungan partai yang tidak berimbang 2 lawan 7. Namun soal siapa menang-siapa kalah, Andre meyakini hal itu tergantung warga Padang.

“Saya melihat akan seru Pilkada Padang dari kota-kota lain di Sumbar. Sebab, keduanya adalah incumbent dan pernah bekerja sama lima tahun membangun Padang. Di Pilkada Padang 2018 ini kedua pendukung tampaknya harus bekerja keras ‘menjual’ pasangannya kepada calon pemilih,” kata Andre Rosiade, alumni SMAN 2 Padang ini.

Andre hanya mengharapkan kedua pasangan calon dan KPU Padang, bersama-sama mensosialisasikan Pilkada Padang, agar partisipasi pemilih meningkat. Jangan sampai, karena calon hanya dua pasang, partisipasi menurun. Karena pada 2013 lalu, yang maju Pilkada mencapai 10 pasangan di Padang.

“Dua kubu tidak hanya jualan pasangan calon saja, tapi memastikan pemilih benar-benar sampai ke TPS. Sosialisasikan kepada warga, kapan jadwal pencoblosan, dan apa saja syaratnya. Kalau pilkada ini tidak juga sampai diikuti 70 persen pemilih, tentu percuma menyiapkan anggaran sampai puluhan miliar rupiah,” kata Andre Rosiade.

Andre Rosiade kembali mengingatkan, yang penting untuk diawasi saat pertarungan dua incumbent ini adalah aparatur sipil negara (ASN) atau PNS. Sebab, akan ada perbedaan pendapat nantinya dalam menentukan pilihan. Apalagi yang maju keduanya adalah “induak samang” mereka. Namun, aturan soal ASN ini sudah sangat tegas dalam UU dan sanksinya jelas. Bahkan sampai media sosial (medsos) ASN saja akan dipantau.

“Mereka berdua Pak Mahyeldi dan Pak Emzalmi tentu punya dukungan masing-masing di kalangan masyarakat. Begitu juga di kalangan ASN yang selama ini bekerja sama dengan mereka. Pasti ada yang suka ini dan ada yang suka itu. Tanpaknya, Panwaslu Padang dan Panwascam harus berkerja keras dalam memantau gerak-gerik ASN,” papar Andre.

Pelanggaran yang mungkin akan terjadi, kata Andre, isu-isu negatif yang dilayangkan pendukung kedua calon kepala daerah. Kemudian, perilaku ASN di media sosial untuk memberikan dukungan serta berkomentar politik terhadap salah seorang tokoh. “Yang paling penting adalah, mewaspadai kampanye hitam di Kota Padang dan di roda pemeritahan Kota Padang. Untuk itu, Panwaslu dan Bawaslu Sumbar harus perketat pengawasan, termasuk Kesbangpol Padang,” pungkas Andre. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co