Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Kesempatan Terakhir yang Berakhir


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 15:21:00 WIB    Dibaca : 28 kali

 



Sejak memulai Dakar tahun ini, Sebastien Loeb sudah mengatakan kalau tahun ini adalah kesempatan terakhirnya menjuarai reli cross country tersebut untuk kesepuluh kalinya. “Sekarang atau tidak,” katanya. Sayang perjuangannya tak berumur lebih dari lima etape, lantaran kecelakaan hebat memaksanya mundur dari balapan.

Perjalanan Loeb di Dakar 2018 mirip roller coaster. Pada etape pembuka, dia mengalami kerusakan rem di tengah lomba. Pebalap Prancis itu sampai harus menyelesaikan balapan tanpa bantuan rem sama sekali. Namun dia terus bangkit dan melaju sampai merangsek ke posisi runner up klasemen umum setelah menjuarai Etape 4. Peluangnya untuk juara terbuka lebar sampai memulai balapan di Etape 5.

Pada balapan sepanjang 265 kilometer dari San Juan de Marcona dan Arequipa di Etape 5, Loeb sebagai juara Etape 4 memulainya sebagai starter pertama. Baru melakoni 3,8 kilometer mobil Loeb terjun ke dalam lubang dalam yang tak dilihatnya saat akan menaklukkan sebuah bukit pasir.

”Saya melihat ada peserta lain yang mogok di puncak bukit pasir. Agar tidak berhenti di puncak, saya mengarahkan mobil sedikit ke kanan untuk mengindarinya. Tapi begitu sampai puncak tiba-tiba ada lubang yang tidak kami lihat. Kami menghajarnya dengan keras,” terang pereli 43 tahun tersebut. Mobil Loeb terjebak tanpa bantuan di dalam lubang sampai tiga jam tanpa bisa berbuat apa-apa.

Setelah dibantu keluar truk derek, Loeb mampu melanjutkan balapan. Tapi Elena meraung-raung kesakitan setelah itu. ”Kami bahkan menyelesaikan etape itu dengan sangat lambat agar sakitnya tidak lebih parah,” tandas Loeb. Elena kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim Peugeot Total menyatakan Elena mengalami cedera tulang ekor.

Loeb menyatakan ini adalah Dakar terakhirnya. Peugeot, tim yang menaunginya, akan mundur dari reli ini setelah 2018. Dia akan melanjutkan kerjasama dengan Peugeot tapi untuk disiplin balapan yang berbeda, yakni rallycross. ”Saat ini aku tidak berencana untuk kembali (ke Dakar),” terusnya.

Mundurnya Loeb membuat Peugeot menyisakan dua pembalap saja. Stephane Peterhansel dan Carlos Sainz. Peterhansel membuka peluangnya lebar-lebar untuk merengkuh gelar juara Dakar ke-14 kalinya. Dia menjuarai Etape 5 sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak klasemen. Di posisi kedua rekan satu timnya Sainz memburu dengan selisih lebih dari setengah jam. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co