Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Sepang Adalah Kunci Bagi Dovizioso


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 15:21:00 WIB    Dibaca : 30 kali

 

Rossi Juga Ikut Menentukan

Musim MotoGP 2018 segera dibuka dengan uji coba resmi perdana di Sepang, Malaysia akhir bulan ini. Meski baru tes, ajang ini begitu penting bagi Andrea Dovizioso. Ducati menyatakan akan memulai negosiasi perpanjangan kontrak pebalap Italia tersebut setelah melihat hasil uji coba tersebut.

Jika tercapai kesepakatan, Ducati adalah tim pertama yang bakal memastikan line up pebalapnya untuk musim 2019. Tapi jika gagal, Dovi bisa menjadi kunci bursa transfer pebalap MotoGP 2019. Karena ada 12 pebalap tim pabrikan yang bakal habis kontrak akhir 2018 ini.

Ducati sendiri menegaskan ingin mempertahankan duet Jorge Lorenzo dan Dovizioso setelah 2018. Meski begitu, langkah Ducati tidak akan mudah. Dengan prestasi dan capaian besarnya sepanjang musim 2017, rider 31 tahun tersebut dipastikan bakal menuntut gaji tinggi. Menurut Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti, Dovi yang memenangi enam balapan tahun lalu dan bertarung ketat berebut gelar juara dunia dengan Marc Marquez hingga seri terakhir tersebut, menginginkan gaji setara pebalap top tim pabrikan lainnya.

”Bujet kami bukannya tak terbatas. Kami tidak bisa mengalokasikan semuanya untuk satu kebutuhan, sementara di sisi yang lain harus mempertahankan marjin untuk program pengembangan,” ujar Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti kepada surat kabar olahraga Italia Corriere dello Sport. Saat ini, gaji Dovi mencapai Rp 93 juta per musim. Jika menuntut gaji setara pebalap top, setidaknya Ducati harus merogoh kocek lebih dari Rp 100 miliar. Setidaknya, jika disetarakan dengan gaji Lorenzo, Ducati butuh tambahan dana sekitar Rp 10 miliar lagi.

Angka tersebut tentu tidak akan mudah dikabulkan oleh Ducati. Apalagi setelah mendatangkan Lorenzo dari Yamaha akhir tahun lalu dengan harga sangat mahal. Konon mencapai EUR 12 juta atau setara Rp 193,4 miliar untuk kontrak tiga tahun. Di saat yang sama, prestasi yang diraih pebalap Majorca itu tidak sesuai ekspektasi.

Dovi sendiri sudah memberikan sinyal kepada Ducati bahwa tuntutan kenaikan gaji semestinya dianggap wajar. Karena untuk kali pertama sejak 2007, Ducati bisa bersaing merebut gelar juara dunia pebalap sekaligus konstruktor MotoGP. Semua itu didapat melalui dirinya.

Usai membalap di seri terakhir GP Valencia Dovi memprediksi, setidaknya Ducati tidak akan memperlakukannya seperti tahun lalu dalam negosiasi perpanjangan kontrak tahun ini. Yang dimaksud ”perlakuan kurang menyenangkan” tersebut adalah ketika Ducati harus memilih siapa yang dikorbankan untuk memberikan tempat kepada Lorenzo.

Saat itu, Ducati memberikan tekanan kepada Dovi dan juga mantan rekan satu timnya Andrea Iannone untuk bisa tampil apik dengan motor yang kurang kompetitif. Bahkan, kabarnya gajinya sempat diturunkan jika ingin bertahan di Ducati.

Akhirnya, Iannone yang didepak Ducati dan lebih memilih mempertahankan Dovi sebagai tandem Lorenzo. Hal positifnya adalah ternyata pilihan Ducati tepat. Di saat Iannone terpuruk di tim barunya Suzuki Ecstar, Dovi tampil impresif di Ducati sebagai penantang terkuat juara bertahan Marc Marquez. ”Saya bertarung dengan Marquez yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” bangga Dovi.

Selain Dovi, kunci pergerakan transfer pebalap di 2018 adalah Valentino Rossi. Pebalap yang bakal menginjak usia 39 tahun Februari nanti bakal memutuskan kelanjutkan karirnya di awal musim ini. Pensiun atau melanjutkan kontrak dengan Yamaha hingga usianya 40 tahun.

”Di musim dingin ini saya akan berusaha berbicara dengan dia (Rossi). Tapi saya rasa, dia bakal memutuskan masa depannya setelah 3-4 balapan,” ungkap Bos Yamaha Lin Jarvis. Seperti Jarvis, Rossi sendiri mengatakan bahwa kelanjutkan karirnya di MotoGP bakal bergantung pada performanya di awal musim. Kemungkinan besar jika Rossi sukses merengkuh gelar juara dunia ke-10 nya tahun ini, pensiun adalah pilihan terbaik.

Siapa kandidat penggantinya? Yang terkuat pastilah pembalap Tech3 Yamaha Johann Zarco, Penampilan impresif sepanjang musim 2017 sudah cukup bagi Yamaha untuk memagarinya agar tak dicaplok tim lain. Tapi jika Rossi tak jadi pensiun, bisa jadi Zarco akan lebih memilih tawaran menggiurkan dari tim pabrikan lainnya. KTM sudah memberi sinyal minat kepada pembalap Prancis tersebut. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co