Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Manchester City vs Bristol City 2-1: Terima Kasih, Pep Time


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-11 15:23:00 WIB    Dibaca : 114 kali

 


Fergie Time sudah so yesterday. Dengan 47 kali Fergie Time-nya, Sir Alex Ferguson sukses dengan koleksi 38 trofinya dengan Manchester United. Nah, Fergie Time telah berganti jadi Pep Time. Karena dengan Pep Time-lah Pep Guardiola akan menaklukkan daratan Inggris pada musim keduanya bersama Manchester City.

Seperti yang terjadi di saat City-nya Guardiola melalui leg pertama semifinal Piala Liga, di Etihad, Manchester, Rabu dini hari kemarin WIB (10/1). Kevin De Bruyne dkk mampu lolos dari jebakan klub Championship Bristol City dengan bermodalkan Pep Time, atau gol dalam 10 menit akhir laga.

Sergio Aguero dengan golnya saat menit pertama injury time yang jadi penentunya. Satu gol yang memecah kebuntuan setelah gol De Bruyne pada menit ke-55 baru dapat menyamakan kedudukan. The Robins telah unggul satu gol dari penalti Bobby Reid di menit ke-44 menyusul pelanggaran John Stones kepadanya.

”Karena kami punya mental juara,” koar gelandang senior City Yaya Toure dikutip dalam situs resmi klub. Sepanjang bermain di Piala Liga dalam satu dekade terakhir, baru kali ini City harus menunggu sampai sepuluh menit terakhir untuk memenangkan laga di Etihad.

Toure juga pernah mengalami kali terakhir City melalui semifinal Piala Liga dengan Pep Time. Tepatnya pada edisi 2013-2014 dalam leg pertama melawan West Ham. Bedanya gol dari Edin Dzeko pada menit ke-89 hanya sebagai pelengkap pesta enam golnya. Meski ada label gol menit-menit akhir, surplus satu gol belum jadi pertanda aman bagi City. ”Ini soal dua leg dan di leg kedua kami tak ingin imbang, mentalitas kami tetap seperti ini,” tutur gelandang yang sudah habis kontraknya akhir musim ini tersebut.

Laga kemarin jadi laga semifinal Piala Liga ke-12 dengan gol menit akhir pada sedekade terakhir. City dua kali, masih kalah dari United yang tiga kali diuntungkan gol saat menit-menit akhir. Apa yang terjadi dengan City di semifinal Piala Liga kemarin mirip dengan dominasi tim milik Syekh Mansour itu di Premier League.

Demi memenangkan trofi Premier League pertama bagi Guardiola, City masih bermodal Pep Time. Sampai pekan ke-22 Premier League, City masih menjadi klub terbanyak mendulang gol pada sepuluh menit terakhir. City empat kali melakukannya, terakhir mereka melakukannya saat menang 2-1 atas West Ham di Etihad (3/12). Jumlah yang disamai Arsenal.

Bukan hanya itu. Dalam tiga musim terakhir, dua musim di antaranya era Guardiola, ada 11 kali terjadi gol-gol menit akhir yang dicetak pemain City. Dilansir dari Manchester Evening News, Guardiola memuji penampilan lawannya yang masih bertengger di peringkat keempat di Championship itu.

Terlepas soal Pep Time, Bristol klub kecil pertama saat musim ini yang berani datang ke Etihad dengan permainan terbuka. Rata-rata, permainan ultra defensif yang dihadapi City. ”Nah inilah yang kami cari ketika menghadapi klub-klub Premier League,” klaim Guardiola. ”Mereka lebih enak ditonton,” tambahnya.

Dia pun meyakini, perlawanan seperti ini yang kembali mereka hadapi pada leg kedua di Ashton Gate, Bristol, 24 Januari mendatang. ”Pengalaman di Huddersfield di (Piala FA) musim lalu, dan melawan Wolves (Wolverhampton, putaran keempat Piala Liga) musim ini dapat kami jadikan pedoman. Saya sudah membayangkan jalan kami ke final bakal sulit,” tuturnya.

Apalagi, tiga dari empat kemenangan Bristol atas klub-klub Premier League pada Piala Liga musim ini terjadi di Ashton Gate. (*)


© 2014 - 2018 Padek.co