Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Manchester City vs Bristol City: Bukan Batu Sandungan


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-09 13:50:00 WIB    Dibaca : 39 kali

 


Kyle Walker takkan lupa dengan Bristol City. Terlebih dengan pengalaman Walker saat masih main untuk Queen Park Rangers (QPR) di Championship 2010-2011. Sebab, dia tak pernah mampu mengantar QPR menang atas The Robins. Dua kali melawan Bristol, dua kali pula meraih hasil imbang.

Setelah tujuh musim berlalu akankah itu terulang lagi dini hari nanti WIB? Tepatnya saat Walker tampil untuk kali pertamanya pada leg pertama semifinal Piala Liga dengan Manchester City. Di Etihad, Manchester, Walker berhadapan dengan Bristol. “Kali ini milik kami,” tulisnya, dalam status di Instagram miliknya @kylewalker2.

Apalagi, kemenangan di leg pertama bisa membawanya kembali ke final Piala Liga yang pernah dia rasakan pada 2014-2015 bersama Tottenham Hotspur. Sayangnya Walker gagal juara bersama Spurs setelah kalah 2-0 dari Chelsea. Bukan cuma untuk Walker. Trofi juara Piala Liga juga bisa jadi trofi pertama pelatih Pep Guardiola dalam dua musimnya di The Citizens.

Trofi yang akan mengawali peluang meraih empat gelar) City musim ini saat trofi juara Premier League sudah di depan mata. Di Piala FA, City telah melangkah ke babak keempat. Lalu di Liga Champions mereka masih di 16 Besar dan akan melawan Basel bulan depan.

“Untuk jadi klub besar seperti yang pernah kami hadapi seperti (Manchester) United atau Liverpool dengan historinya, maka Anda harus memenangi banyak trofi,” kata Guardiola dalam wawancaranya dengan Sky Sports.

”Dari pengalaman saya saat meraih treble di Barcelona, terlalu dini jika kami membahas trofi pada Januari,” tambahnya. Fakta, rival sekotanya United sudah jadi korban klub dari kasta kedua itu pada perempat final (21/12). Begitu pula Watford, Stoke City dan Crystal Palace, Apa yang terjadi dengan keempatnya bukan tidak mungkin terjadi pada City.

Guardiola pun menyadari ancaman Bailey Wright dan kawan-kawan. “Kesalahan terbesar apabila kami sudah membahas kemenangan, kami akan coba memenangi laga melawan Bristol. Hanya itulah yang saya tahu, bukan trofi di akhir musim,” lanjut Guardiola. City bakal mengikuti United? Itu takkan besar peluangnya.

Selain dua leg semifinal Piala Liga yang bisa memunculkan banyak kejutan, City setelah dibeli Syekh Mansour pada September 2008 silam pun tak akrab dengan kekalahan memalukan dari klub-klub kasta di bawah Premier League dalam Piala Liga. Sekali, itu terjadi di awal-awal era Syekh Mansour. Klub League One Brighton and Hove Albions yang menyingkirkan City di putaran kedua Piala Liga dari adu penalti 3-5 setelah imbang 1-1.

Setelahnya, tak sekalipun City dipermalukan klub-klub dari kasta non Premier League di Piala Liga. Begitu pula dengan Guardiola. Ketika melatih Barcelona ataupun Bayern Muenchen dia tak pernah dikalahkan klub-klub dari luar La Liga atau Bundesliga.

Kecuali di Piala Liga dengan City musim lalu dan Barca di Copa del Rey musim 2009-2010, Guardiola 90 persen sukses mengantarkan klubnya ke fase knockout. Dia juga lima kali mencapai final. “Akan tetapi, berhati-hatilah dengan kami,” ancam Wright, kapten Bristol, sebagaimana dikutip The World Game. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co