Close
√ Peran Orang Tua dalam Pencegahan Radikalisme pada Remaja - Padang Ekspres >
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran Orang Tua dalam Pencegahan Radikalisme pada Remaja


Orang tua sebagai agen sosialisasi yang utama dalam keluarga sudah semestinya memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perkembangan anak saat ini, yaitu penggunaan gadget dan pergaulannya di lingkungan sekunder. 

Remaja dapat berada pada risiko yang lebih besar terpengaruh. Hal ini karena mereka lebih mandiri, suka mengeksplorasi hal-hal baru sehingga menemukan lebih banyak tentang identitas, keyakinan, dan rasa memiliki mereka. Hal inilah memudahkan para kelompok radikalisme untuk menyebarkan paham-paham mereka melaui internet dan media sosial kepada anak remaja.

Pengaruh Radikalisme di Kalangan Anak Muda

Radikalisasi adalah ketika seseorang mulai percaya atau mendukung pandangan ekstrim, dan dalam beberapa kasus, kemudian berpartisipasi dalam kelompok atau tindakan teroris. Hal ini dapat terjadi karena  berbagai faktor, termasuk ideologi, keyakinan agama, keyakinan politik, dan prasangka terhadap kelompok orang tertentu.

Seseorang akan diradikalisasi dengan berbagai cara, dan dalam rentang waktu yang berbeda, mulai dari beberapa hari atau jam, atau mungkin perlu beberapa tahun. Siapa pun dapat terkena radikal, terlebih anak-anak yang sangat rentan terpapar.  Ada berbagai macam cara yang dilakukan oleh kelompok radikal untuk mendapatkan pengikut dari anak remaja ini, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menyebarkan infromasi melalui media online maupun secara langsung
  2. Melakuakeksploitasi
  3. Manipulasi psikologis
  4. Paparan materi kekerasan dan informasi tidak pantas lainnya

Faktor Remaja Rentan Terpapar Radikal

Ada beberapa faktor mengapa anak-anak yang berisiko mengalami radikalisasi di antaraya adalah sebagai berikut. 

  1. Mungkin memiliki harga diri yang rendah atau menjadi korban bullying atau diskriminasi. 
  2. Terisolasi dan kesepian atau ingin dimiliki
  3. Tidak bahagia tentang diri mereka sendiri dan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka
  4. Malu atau dihakimi tentang budaya, jenis kelamin, agama atau ras mereka
  5. Stres atau depresi
  6. Muak ditindas atau diperlakukan buruk oleh orang lain atau oleh masyarakat
  7. Marah pada orang lain atau pemerintah

Kenali Tanda-Tandanya pada Anak

Radikalisasi bisa sulit dikenali, tetapi tanda-tanda yang bisa mengindikasikan seorang anak sedang diradikalisasi meliputi:

  1. Perubahan perilaku seperti lebih menutup diri
  2. Mengubah lingkaran pertemanan mereka
  3. Mengisolasi diri dari keluarga dan teman
  4. Berbicara seolah-olah dari pidato tertulis
  5. Keengganan atau ketidakmampuan untuk mendiskusikan pandangan mereka
  6. Sikap tidak hormat yang tiba-tiba terhadap orang lain
  7. Tingkat kemarahan yang meningkat
  8. Peningkatan kerahasiaan, terutama seputar penggunaan internet
  9. Mengakses materi ekstremis secara online

Mengingat anak muda adalah kelompok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya, maka perlu peran orang tua untuk menanamkan pendidikan yang benar sedini mungkin. Ada beberapa cara yang  dapat dilakukan orang tua untuk menangkal penyebaran paham radikalisme ini diantaranya dengan melakukan pengawasan digital dan memantau lingkungan pergaulan dalam kehidupan anak. 

Posting Komentar untuk "Peran Orang Tua dalam Pencegahan Radikalisme pada Remaja"