Date Kamis, 31 July 2014 | 00:10 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Libur dan Industri Pariwisata Kita

Hendri Agung Idris - (Pemerhati Pariwisata)

Wisata adalah kebutuhan dasar setiap ma­nusia yang tidak mengenal strata sosial, tingkat ekonomi, usia, dan pen­di­di­kan. Setiap orang pasti senang ber­wi­sata, melancong ke tempat yang belum per­nah dikunjungi, menikmati pe­man­da­ngan indah dan mencoba hal-hal yang baru. Seperti petualangan dengan arung jeram, me­nyelam maupun makan ma­ka­nan tra­disonal yang unik dan khas daerah se­tempat dan lain sebagainya. Manusia membutuhkan wisata untuk refreshing atau...

Opini lainnya

Amar Ma'ruf Nahi Munkar jelang Ramadhan

Muhammad Kosim - Kolumnis, Tinggal di Padang

Amar Ma'ruf Nahi Munkar jelang RamadhanSudah menjadi kebiasaan umum, setiap menjelang datangnya Ramadhan, kita menyaksikan umat Islam meningkatkan intensitas penegakan amar ma'ruf nahi munkar. Amar ma'ruf dilakukan lewat imbauan seperti spanduk yang dibuat oleh para pejabat, politisi, pengusaha dan sebagainya. Organisasi kemasyarakatan juga turut melakukan berbagai perencanaan program kegiatan amal untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan. Tidak ketinggalan pula para aktor/artis/selebriti mempersiapkan dan meluncurkan lagu/sinetron bertema religius. Mereka pun menghiasi layar kaca dengan iklan bertema religius dan sontak berpakaian muslim/muslimah.Begitu pula nahi munkar, aparat pemerintah melakukan razia ke tempat-tempat...

Mengawal Khitah Ramadhan

Donny Syofyan - Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Mengawal Khitah Ramadhan Ramadhan kembali menghampiri kita.Bagi umat Islam Indonesia, bagaimanapun, kondisi Ramad­han tahun ini cukup menyesakkan dada di tengah melambungnya harga sembako dan meluasnya kemiskinan.Banyak orang frustrasi karena tidak mampu mem­beli barang-barang kebutuhan pokok ini sekadar untuk memberi makan keluarga mereka. Meluasnya persoalan ini amat boleh jadi memicu kekerasan dan keru­su­han sosial. Mengingat Ramadhan hadir di saat terjadinya eskalasi frustrasi publik terha­dap tekanan ekonomi dan pudarnya panduan moral, mengembalikan Ra­mad­han kepada khitahnya sehingga umat Islam yang berpuasa dapat menik­ma­ti kedatangannya dalam memulihkan iman kita yang didera...

Mahfud, Soekarno, dan Dake

Asvi Warman Adam - (Sejarawan LIPI)

Mahfud, Soekarno, dan Dake Di Bengkulu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D. menuding ma­n­tan Presiden Soekarno juga ikut ber­tang­gung jawab dan terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) saa­t memerintah (Kompas.com, 20 Juni 2014). Dia dalam pidatonya antara lain me­­­ngatakan, "Jen­deral-jenderal banyak yang dibantai, itu yang bertanggung jawab ad­alah Bung Karno sebagai presiden." Jen­deral-jen­der­al yang dibantai itu tentu di­maksudkan Mahfud sebagai enam orang jenderal yang tewas pada 1 Oktober 1966. Wa­lau­pun saat itu Soekarno masih menjadi presiden, apakah dia ber­tang­gung jawab atas pembunuhan tersebut? M.D. menuding ma­n­tan Presiden Soekarno...

Bencana Demokrasi

UU Hamidy - (Budayawan)

Bencana Demokrasi Bencana mengancam di mana-mana. Pemerintah dengan segala jajaran lembaganya me­nang­gu­la­ngi dengan dana dan teknologi. S­e­men­tara para pengemban dakwah, ustad dan ulama, mengkritik perilaku maksiat se­per­ti perzinaan, ribawi, perjudian dan mi­nu­man keras. Baik pemerintah maupun pengemban dakwah tak memperhatikan dengan teliti dari mana pangkal bencana ini. Pangkal bencana ini sebenarnya adalah demokrasi. Demokrasi telah mengubah pan­dangan hidup, sikap dan perilaku kita. Karena itu hal ini hanya dapat di­tang­gu­langi dengan kembali kepada pandangan hidup yang benar yakni berpedoman kepada Alquran dan Sunnah Nabi SAW. Inilah pandangan hidup yang mampu...

Ramadhan, Pilpres dan Piala Dunia

Dedi Irwan - Guru PAI SMAN 2 Batusangkar

Ramadhan, Pilpres dan Piala DuniaHari Sabtu tanggal 28 Juni 2014 me­ru­pa­kan hari pertama Ramadhan dari Ra­ma­dhan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh hiruk pikuk Pemilihan Presiden dan hangir bingar Piala Dunia yang ber­lang­sung dalam bulan Ra­m­adhan. Dua age­nda besar ini tentu akan menyita dan me­nga­m­bil waktu kita dari beribadah me­ngi­si hari-hari indah selama Ramadhan. Bagi tim sukses pasangan capres, kerja tentu akan bertambah. Safari politik dan silaturahmi tim menjadi agenda utama dalam memenangkan pasangannya. Bah­kan ceramah Ramadhan bisa saja di­ja­di­kan sebagai sarana efektif untuk me­na­warkan pasangan capresnya. Apalagi bagi capres yang berlaga merebut tahta negara,...

Ketika Pendidikan jadi Isu Pilpres

Sudaryanto - Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Pengajar Tamu di Guangxi University for Nationalities, Nanning, Tiongkok

Ketika Pendidikan jadi Isu Pilpres Dua pasangan capres-cawapres, Pra­bo­wo-Hatta dan Jokowi-JK, menjadikan bi­dang pendidikan sebagai isu dalam kam­pa­nye Pemilihan Presiden (Pilpres) kali ini. Dua isu pen­didikan yang mereka janjikan apabila terpilih nanti, yaitu (1) isu mewajibkan sarjana untuk mengabdi di daerah miskin dan tertinggal, dan (2) isu penghapusan sistem pendidikan, salah satunya ialah pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Per­ta­nyaannya kini, seberapa pen­ting isu-isu tersebut bagi kita? Pertama, isu mewajibkan sarjana untuk mengabdi di daerah miskin dan tertinggal. Isu ini, hemat saya, sejalan dengan program Kemdikbud saat ini, yaitu Sarjana Mendidik di Daerah Ter­de­pan, Terluar, dan...

Mengaum Kembali dengan Karakter

Ahmad Kamal - (Dosen STIKOM Pelita Indonesia, Pekanbaru)

Mengaum Kembali dengan Karakter Lulus dengan prestasi terbaik nilai IPK di­ atas 3.5 cukup mem­banggakan. Ter­gam­bar jelas bagi sang lulusan mudahnya men­da­pat­kan pekerjaan. Namun seperti biasa, pada saat tiba waktunya men­da­patkan pang­gilan kerja, lulusan tersebut ternyata harus mengikuti tes wawancara. Sa­yangnya dari hasil wawancara tidak diterima. Ironis. Mengapa harus ada wawancara? Ter­ny­ata tujuan sebagian perusahaan adalah semata untuk mengetahui bagaimana para lulusan tersebut mampu ber­ko­mu­nikasi, memiliki kebiasaan berkomitmen, kebiasaan menjadi pendengar yang baik, kebiasaan bekerja sama, kemandirian, kreatifitas, kejujuran, keramahan, ke­tang­guhan, dan lainnya....