Date Selasa, 22 July 2014 | 19:38 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Tajuk Rencana

Hiruk Pikuk Tahun Politik

-

DALAM sebuah kesempatan pada awal 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para menterinya agar fokus bekerja. Instruksi itu bukan tanpa alasan. SBY merasa perlu mengingatkan para pembantunya seiring dengan situasi negara yang ”panas” menyongsong Pemilu 2014. Setahun menjelang pemilu banyak kalangan menyebut 2013 sebagai tahun politik. Semua orang berbicara politik. Banyak orang tergoda terjun ke gelanggang politik.

Nah, tampaknya, SBY tahu benar kondisi tersebut. Karena itu, sebagai kepala negara dan pemimpin pemerintahan, dia mengingatkan para menterinya untuk tetap fokus bekerja melayani rakyat. Nyatanya, ketika tahun ini baru menginjak bulan kedua, SBY sendiri malah disibukkan urusan politik. Gonjang-ganjing yang terjadi di Partai Demokrat memaksa SBY sebagai pendiri partai turun tangan.

Apa yang dilakukan SBY itu seolah dia tengah termakan oleh omongan sendiri. Agenda kerja, kerja, dan kerja melayani rakyat kini terganggu oleh tugas membenahi Partai Demokrat yang elektabilitasnya menurut sejumlah survei terjun bebas. Turun tangannya SBY tidak serta-merta membuat suasana internal Demokrat membaik.

Seiring dengan mundurnya Anas Urbaningrum sebagai ketua umum karena menjadi tersangka kasus korupsi pembangunan sport center Hambalang, prahara yang menerpa Demokrat justru melahirkan episode anyar yang sangat mungkin bakal bertambah panas.

Anas tampak legawa dan menunjukkan jiwa besar saat menyatakan berhenti dari posisi ketua umum Demokrat (24/2). Tapi, di balik pernyataan pengunduran dirinya itu, Anas meletupkan peluru-peluru baru yang membuat publik semakin penasaran tentang apa yang sejatinya terjadi di tubuh partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.

Dalam sekejap, pernyataan mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut langsung menjadi komoditas politik. Belakangan nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, putra kedua SBY, juga terseret dalam kasus Hambalang. Dia diduga turut menikmati aliran dana dari proyek yang memakan uang negara Rp 2,5 triliun tersebut. Namun, Sekjen Partai Demokrat itu langsung membantah.

Anas sendiri menolak jika disebut sebagai pihak yang membawa- bawa nama Ibas dalam pusaran kasus korupsi yang juga telah memaksa Andi Mallarangeng mundur dari kursi menteri pemuda dan olahraga (Menpora) tersebut. Mundurnya Anas, entah kebetulan atau tidak, mencuatkan kembali kasus Bank Century. Kasus tersebut memang sering dikaitkan dengan Demokrat. Nah, ketika Anas lengser, beberapa kalangan berharap agar Anas buka-bukaan terkait dengan skandal Century.

Timwas Century DPR berencana langsung menyambar dengan berencana meminta keterangan kepada Anas. Di sisi lain, kubu Demokrat siap mementahkan rencana itu. Situasi yang terjadi sekarang seolah menjadi pembenaran bahwa 2013 adalah tahun politik. Kegaduhan politik terus terjadi dan menyeret sejumlah partai. Eskalasinya bakal meningkat mendekati 2014. Sangat disayangkan kalau hal itu kemudian membuat para pengelola negeri ini mengabaikan rakyat. Dalam kondisi apa pun, tugas para abdi negara ialah melayani rakyat dengan tetap kerja, kerja, dan kerja. (*)

Tajuk Rencana lainnya

Komentar