Date Selasa, 29 July 2014 | 03:29 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Opini

Sekolah Adiwiyata Bentuk Karakter Siswa

Ismeri Sastra

Guru SMA N Batang Anai

Ketika kita memulai bicara dengan kata pendidikan tidak ada habisnya, menarik memang ketika memulai dengan sekolah adiwiyata dan pendidikan berkarakter. Pendidikan lingkungan hidup yang dikembangkan semenjak tanggal 21 Februari 2006 melalui program Adiwiyata, dengan tujuan mendorong dan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Lingkungan Hidup (PLH) merupakan upaya untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan. Semua itu pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan generasi sekarang dan yang akan datang.

Karakter adalah watak, tabiat, kepribadian, akhlak seseorang yang terbentuk dari internalisasi kebajikan yang diyakini akan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang berpikir, bersikap, dan berlindung. Pendidikan berkarakter adalah pendidikan dari budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan dan tindakan. Dari hasil penelitian di Jepang, Korea dan China menunjukkan bahwa implementasi pendidikan berkarakter yang tersusun secara sistematis akan berdampak positif terhadap perilaku seseorang dan juga mempengaruhi hasil belajar yang baik. Dengan pendidikan berkarakter akan melahirkan siswa yang berbudaya.

Anak-anak yang mempunyai ma salah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya, anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat terlihat sejak usia pra sekolah, kalau tidak cepat ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya siswa yang berkarakter akan dapat terhindar masalah yang dihadapi remaja, seperti kenakalan, tawuran, miras, perilaku sek bebas, kekerasan dan lainnya.

Keberhasilan seseorang dimasyarakat ternyata 80 % dipengaruhi oleh kecerdasan emosional (EQ), dan hanya 20% dipengaruhioleh otak IQ, ( Dani Geleman ). UU no 20 th 2003, tentang Sisdiknas, bawa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan, dan membentuk watak serta peradaban bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pembelajaran yang mengintegrasikan tema lingkungan merupakan suatu proses yang disengaja dan berkesinambungan dalam mengembangkan fitrah dan fungsi manusia dengan pendekatan guru sebagai Uswatun Hasanah, maka salah satu pendekatan yang digunakan memberikan pengajaran leaning by doing yang mengkondisikan siswa pada alam sekitar dan kehidupan nyata, dengan suasana menyenangkan untuk mengembangkan kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) untuk mempersiapkan anak menjadi kholifatul fil ardh.

Bagaimana membentuk karakter dan peduli lingkungan bagi Peserta Didik di Sekolah Adiwiyata? Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang terintegrasi ke semua mata pelajaran, sebagai sekolah adiwiyata dapat dikategorikan sebagai pendidikan karakter karena memiliki sasaran untuk membentuk individu yang memiliki pengetahuan, pemahaman. sikap, nilai, keterampilan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Pendidikan karakter membutuhkan intervensi dan habituasi agar efektif menghasilkan peserta didik yang tak hanya cerdas tetapi berperilaku santun terhadap lingkungan dengan cara mengimplementasikan rasa cinta dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, hemat energy dan air dsb. Sedangkan habituasi atau pembiasaan perlu dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan salah satu cara untuk mencetak manusia pada umumnya dan generasi muda khususnya untuk lebih peduli dan mencintai alam. Dengan penanaman nilai-nilai cinta lingkungan/pola hidup untuk bersih dan sehat sejak dini diharapkan nantinya sudah merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tidak asing lagi untuk dillakukan baik dilingkungan sekolah, di rumah maupun di masyarakat.

Kita adalah bagian dari alam dimanapun kita tinggal. Sejak lahir, kehidupan manusia tak terlepas dari alam sebagai penyuplai kebutuhan. Betapa baiknya alam telah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia, mulai udara yang sejuk, sinar matahari, air, buah-buahan, sampai hasil tambang. Namun, alam memiliki keterbatasan untuk dimanfaatkan terus oleh manusia. Sama seperti manusia, alam memiliki umur, maka manfatkanlah alam dengan bijak dan hati-hati.

Sangatlah tepat, sekolah adiwiyata dapat membentuk generasi muda berkarakter dan berbudaya, SMA N 1 Batang Anai sedang berbenah menuju sekolah adiwiyata provinsi. Menurut hemat penulis, bagaimana pihak sekolah peduli terhadap program pemerintah ”Sekolah Adiwiyata”.

Pendidikan yang berkualitas dan siswa yang berkarakter berbudaya dapat terujud dengan kerjasama yang terprogram dengan baik. Semoga!

Opini lainnya

Komentar