Date Selasa, 29 July 2014 | 07:32 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Opini

Indonesia Muda Inspiratif

Syaiful Harun

Pemerhati Sosial Politik, tinggal di Padang

Seorang gadis muda, cantik, modis namun pintar dan sederhana pertengahan tahun 2012 lalu hadir menyihir Jakarta, menarik interest masyarakat Indonesia.

Dia adalah Bashaer Othman berusia 15 tahun dilantik jadi Wali Kota Allar, sebuah kota kecil berada di jalur Gaza, Tepi Barat Palestina. Jabatan bergengsi ini dipegangnya selama dua bulan, terpilih melalui seleksi ketat dari ribuan orang pemuda, mengikuti program parlemen pemuda Palestina. Menariknya, Sufiyan Shaded, wali kota asli kota Allar juga terpilih saat masih muda, umur 28 tahun.

Walau Bashaer diangkat jadi wali kota sementara justru timing ini dipergunakannya untuk sering turun ke lapangan memantau kehidupan rakyat bawah. Ini persis ala gaya Jokowi, gubenur baru DKI Jakarta.

Kedatangan Bashaer ke Indonesia diprakarsai World Peace Movement. Dia mendapat penghargaan bergengsi sebagai The World Youngest Mayor (wali kota termuda di dunia ) dari World Peace Movement.

Alangkah bahagianya negeri gemah ripah loh jinawi ini jika saja anak-anak muda bangsa yang potensial berkualitas, jujur, mampu menembus cul de sac (kebuntuan), menerobos bottle neck, menyeruak blantika leadership bangsa di berbagai level, mengeliminasi pemimpin 4L yang sudah karatan, daya dobraknya sudah melempem, tak lagi creatif, sering mencari kesempatan dalam kesempitan, hanya memikirkan diri sendiri. Hal ini melibatkan berbagai lini, legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Indonesia Muda

Generasi muda Indonesia perlu pemahaman dan pemaknaan sejarah bangsa. Jika tidak, jiwa mereka akan kosong tanpa makna. Di awal kemerdekaan sampai satu dekade pasca Proklamasi, jagad negeri ini dipenuhi pemimpin-pemimpin muda potensial, dedikatif dan responsif terhadap berbagi situasi bagaimana pun sulitnya.

Duo Soekarno-Hatta sang Proklamator, berumur sekitar 42 – 43 tahun disaat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bung Sjahrir ketika ditunjuk jadi Perdana Mentri saat masih berumur 36 tahun. Jendral Sudirman bahkan berumur 29 tahun saat diangkat jadi Panglima TNI .

Usia 30-40 tahun sedang ‘ in ‘ dan full spirit , memiliki semangat tinggi dalam bertugas sampai mencapai usia 50-an dan memiliki kematangan intuisi serta logika berpikir perfect.

Jauh sebelum kemerdekaan di seputar abad ke-20 pemuda-pemuda Islam seperti , HOS Cokroaminoto, H.Agus salim, A.M Sangaji telah mulai merintis perjuangan pemuda diikuti Boedi Oetomo. Menjelang tahun 20-an muncul perhimpunan anak-anak muda dari berbagai suku bangsa, Yong Java, Yong Sumateranen Bond, Yong Islamie Bond, Yong Celebes, Yong Ambon. Mereka-mereka ini lah yang bersatu padu membuat Giant-Step bersama, menyuarakan Soempah Pemoeda tahun 1928.

Era reformasi sebenarnya era emas kebangkitan kembali (resurgence) anak-anak muda bangsa telah berhasil meng-knock down pemimpin tua yang telah karatan merajai bangsa selama lebih dari 30 tahun secara otoritarian. Namun apa lacur, sampai detik ini sudah beberapa kali pemimpin (baca: Presiden) berganti yang berkuasa masih saja orang-orang lama berkatagori 4L .

Partai-partai politik sesuai UU diberi kuasa untuk mencalonkan presiden. Sayangnya parpol selalu mencalonkan orang-orang lama, bahkan pada pemilu 2014 mendatang untuk capres masih saja dicalonkan orang-orang lama yang bahkan diduga punya masa lalu tidak meyakinkan. Namun para-para old cracks ini tetap saja ingin berkuasa kembali. Pencitraan melalui berbagai media banyak dilakukan oleh old soldiers namun juga tidak ketinggalan yang berasal dari old civil society.

Seorang pensiunan jendral berargumentasi bahwa purnawirawan-purnawirawan tua yang berikeras mencalonkan diri dapat menjerumuskan kepunahan nilai keprajuritannya. Mantan jendral ini (AM Hendropriyono ) menambahkan dengan kepiawaian konsultan iklan, perwira yang sewaktu muda dulu konduitenya buruk sekalipun kini demikian popular di mata rakyat. Hendropriyono, mantan jendral mendorong pemuda dari kalangan sipil agar berani tampil di depan membangun Negara Pancasila. DKI Jakarta telah memberi contoh baik. Jokowi seorang tokoh muda berintegritas dan merakyat mampu menaklukkan hati putra-putri Betawi.

Kedatangan dan kehadiran Bashaer Othman di Indonesia diharap mampu memberi insprirasi dan enlightenment bagi kaum muda Indonesia untuk banyak terlibat, aktif, berpartisipasi dalam politik agar suatu saat Indonesia dapat melahirkan pemimpin muda yang kapabel, visioner dan qualified.

Di akhir kunjungannya ke Indonesia sebuah message simpatik, menarik dan lugas disampaikan Bashaer Othman, sang wali kota muda dari Palestina: “ Suatu saat ketika kembali kesini , saya ingin bertemu dengan Presiden Indonesia yang berumur dibawah 30 tahun”.

Pesan spesial Bashaer ini merupakan motivasi dan tantangan sangat inspiratif serta interessant bagi pemuda dan rakyat Indonesia, sekaligus tamparan dan peringatan bagi partai politik negeri ini agar lebih selektif memilih pemimpin di masa mendatang. Tentu juga parpol diharap siap dan mau melirik orang-orang muda baru berprestasi memimpin di berbagai lini pemerintahan termasuk dicalonkan jadi presiden R.I mendatang. (*)

Opini lainnya

Komentar