Date Sabtu, 26 July 2014 | 10:05 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Kopi Minggu

Jilbab ala Wanita Zaman Sekarang

Suryani

Wartawan Padang Ekspres

Jilbab ala Wanita Zaman Sekarang

Dewasa ini, boleh dikatakan 90 persen wanita di Ranah Minang memakai jilbab. Apalagi di Kota Padang, mulai anak SD sampai SMA diwajibkan pakai jilbab ke sekolah. PNS dan guru-guru juga begitu. Di setiap kesempatan dan setiap sudut dominan ditemui perempuan berjilbab. Hanya 1-2 ditemui wanita yang tak berkerudung. Ini kebalikan dengan 10 tahun lalu. Jilbab mulai tren di kalangan wanita, sejak tahun 2.000-an. Satu persatu, wanita dewasa maupun remaja mulai mengubah penampilannya. Menutup kepala dengan jilbab dan memakai pakaian yang tertutup. Baju lengan panjang dipadu rok atau celana panjang.

Satu persatu para wanita nampaknya mulai risih jika tak berjilbab. Makanya perlahan dan pasti dari tahun ke tahun semakin banyak perempuan yang menutup auratnya. Tepatnya mengubah gaya berbusananya.

Kenapa dikatakan demikian, sebab kebanyakan tidak sesuai syariat Islam.

Menutup aurat dalam ajaran Islam, kerudung harus panjang menutup dada, baju dan rok panjang longgar serta tidak memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh. Yang tersisa hanya muka dan telapak tangan. Islam juga melarang wanita berdandan berlebihan seperti pakai make up tebal dan lipstik warna mencolok.

Tapi kenyataan yang kita lihat, busana muslim yang dikenakan wanita apalagi remaja banyak yang jauh dari ajaran Islam.

Kebanyakan kaum hawa apalagi yang hanya ikut-ikutan tren, hanya berjilbab gaul. Berjilbab tapi tetap pakai baju dan celana jeans ketat. Tak jarang, atasannya kaos ketat lengan panjang dipadu celana pensil yang sangat ngepas plus jilbab gantung. Alhasil penampilan terlihat sangat ”sempurna”. Seksi abis!

Pantas saja kaum adam terpancing dan membayangkan hal-hal negatif karena melihat pemandangan yang sangat mengundang.

Jika ditanya kepada beberapa remaja yang pakai jilbab gaul, dengan enteng mereka menjawab; hanya pakaian seperti itulah yang banyak dijual di toko atau mall.

Ya, ini memang sejalan dengan gaya hidup modern yang ingin serba cepat dan instan.

Ditunjang kemunculan mall-mall yang mengundang kaum wanita menjadi konsumtif dan gemar shopping. Refresing sembari shopping.

Dalam perjalanannya, busana muslim mengalami perkembangan yang semakin pesat. Tidak hanya di Ranah Minang yang mayoritas penduduknya muslim tapi juga di Indonesia. Hingga tak heran mode pakaian gamis pun beragam.

Jika dulu pakaian muslim identik dengan baju kurung, kini sudah mengalami metamorfosis. Salah satunya kaftan yang dipopulerkan penyanyi pop ibukota, Syahrini. Jilbab pun tak lagi berupa kain segitia atau segi empat yang disungkupkan ke kepala. Kini popular dengan sebutan hijab, yakni gaya berjilbab yang dikreasi dan dimodifikasi.

Wanita urban maupun sosialita kini terlihat anggun dalam balutan busana muslimah nan mewah. Guna menonjolkan muka karena rambut sudah ditutup jilbab, tak jarang mereka berdandan menor, pakai perona pipi, eye shadow, hingga lipstik warna menggoda.

Inilah tren wanita muslimah abad ini! Ada juga yang membentuk komunitas untuk kumpul-kumpul.

Semua itu sah-sah saja

Tetapi akan lebih perfect kalau penampilan luar serasi dengan di dalamnya. Kesadaran berjilbab memang dari hati ingin menyempurnakan iman. Hanya saja masih banyak ditemui kelakukan perempuan berjilbab tak sesuai dengan penampilan luarnya.

Jangan heran, bila jalan-jalan ke Pantai Padang atau ke Bungus, banyak ditemui gadis berjilbab memadu kasih dengan pasangannya. Memamerkan kemesraan seperti di film atau sinetron remaja. Pernah juga wanita berjilbab digiring Satpol PP karena mesum di sebuah tempat penginapan. Nauzubillahminzalik!

Kelakuan wanita berjilbab juga masih banyak yang jauh dari nilai-nilai Islami. Ironisnya, masih juga kita temui ada perempuan berjilbab tapi tidak shalat.

Idealnya, seorang wanita berjilbab mestilah memiliki sifat sopan-santun, ramah-tamah, jadi panutan dan tentu saja memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

Andai saja semua wanita muslimah berjilbab berkelakuan seperti itu, maka akan damailah dunia ini. Masuk surgalah kaum hawa. Semoga. (*)

Kopi Minggu lainnya

Komentar