Date Selasa, 29 July 2014 | 21:46 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Teras Utama

Idul Fitri, Silaturahmi dan Sinergi

Firdaus HB

Sekjen Forum Silaturahmi Saudagar Minang

Idul Fitri, Silaturahmi  dan Sinergi

Momentum Idul Fitri, sebagai hari kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa dengan suasana suci dan batin yang bersih, saat yang tepat untuk memperluas dan mempererat silaturahmi. Saling bersalaman, saling berkenalan, saling bermaaf-maafan, berkumpul keluarga besar, bercengkerama dan berbagi cerita.

Bagi masyarakat Minang, suasana Idul Fitri jauh lebih semarak dari daerah-daerah lain, ada pulang basamo yang dikoordinasikan dari rantau, ada berbagai pertemuan mulai tingkat jorong, nagari, dan seterusnya. Ada reunian sekolah dengan berbagai jenjang pendidikan, semua berthed untuk bernostalgia dan mempererat silaturahmi.

Setiap tahun kegiatan-kegiatan seperti itu dilaksanakan, lalu muncul pertanyaan, apa nilai tambah yang didapat dari berkumpul-kumpul dan bernostalgia tersebut?” Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW berbunyi, “Jika ingin berumur panjang dan banyak rezeki, maka perbanyaklah silaturahmi.”

Sejak tahun 2007 para pedagang, saudagar, pengusaha Minang melaksanakan kegiatan Silaturahmi Saudagar Minang (SSM). Mereka datang dari ranah, rantau nasional, rantau mancanegara, berkumpul bersama dalam suasana Idul Fitri, saling berkenalan, saling berbagi informasi. Dengan berkenalan dan berbagi informasi itu muncul kecocokan, lalu terjalinlah hubungan kerja sama bisnis. Inilah yang kita sebut ’Silaturahmi berbuah Sinergi’. Bila sinergi itu berawal dari jalinan silaturahmi yang tulus dan kuat, lalu dikelola secara profesional, seyogianya bertahan lama yang saling menguntungkan dan saling memberikan manfaat.

Kegiatan SSM terhenti pada tahun 2009 karena gempa, lalu terselenggara lagi tahun 2010. Tahun 2011 dan 2012 kembali tak berhasil diadakan. Banyak pihak yang menghubungi saya tentang kelangsungan acara SSM ini, terutama bagi mereka yang sudah mendapatkan nilai manfaat berupa keberhasilan kerja sama bisnisnya yang diawali dari pertemuan di acara SSM sebelumnya.

Penggagas awal acara yang melibatkan tokoh-tokoh pengusaha di rantau dan ranah diharapkan kembali merapatkan barisan, keterlibatan Kadin Provinsi Sumbar juga sangat dibutuhkan. Sedangkan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota dan kabupaten berperan untuk menghadiri dan memberikan informasi tentang kondisi di Sumatera Barat dalam berbagai hal.

Insya Allah kita berharap tahun depan, kita selenggarakan SSM lanjutan dengan berbagai rangkaian acara yang lebih disempurnakan dengan melibatkan berbagai pihak. Kita semua dapat mempelajari kekuatan network dan sinergi bisnis dari saudara-saudara kita dari etnis Tionghoa/China yang mereka sebut “Chines Overseas”. Sebagai suku bangsa yang disebut-sebut “berdarah dagang”, bisakah kita membuat network dan sinergi bisnis yang kuat pula mungkin namanya “Minangkabau Overseas”? Kita perlu dukung dan saling support untuk lahirnya konglomerasi bisnis yang berkarakter Minangkabau di tingkat nasional, bila perlu tingkat mancanegara.

Pertemuan-pertemuan alumni sekolah yang dikemas dengan nama mubes, taragak basuo, reuni perak, reuni emas dan lainnya, adalah iven yang memiliki kekuatan hubungan emosional yang kuat. Karena, mengumpulkan kembali teman-teman seperjuangan dengan kisah-kisah nostalgia yang takkan terlupakan sepanjang masa.

Kita banyak mendengar perusahaan-perusahaan besar di tingkat nasional didirikan, dan dijalankan oleh konsorsium mereka yang dulunya satu sekolah. Oleh karena itu, sangat disayangkan bila pertemuan-pertemuan alumni yang sudah disiapkan sejak jauh hari, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai penjuru daerah hanya berakhir dengan tawa ria dan sekadar taragak basuo saja. Kita sangat anjurkan panitianya mempersiapkan sesi acara berbagi informasi usaha dalam pertemuan tersebut, sehingga didapat manfaat jangka panjang yang berkesinambungan dari pertemuan itu.

Sebagai contoh, Kamis 23 Agustus lalu, dilaksanakan mubes dan reuni perak alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 1987. Panitia penyelenggaranya menyosialisasikan dengan motto “Inner HOT”. Istilah Inner HOT diartikan sebagai sebutan yang sering diungkapkan untuk angka ’87, artinya angek dalam. Pelesetan angek dalam yang disembunyikan ke dalam Bahasa Inggris, dimaksudkan untuk membakar semangat dari dalam diri masing-masing alumninya untuk bersilaturahmi dan bersinergi.

Jadi, selain untuk bernostalgia, sudah dipersiapkan acara sinergi sesama alumni. Saat ini sudah terjalin berbagai sinergi sesama alumni SMAN 1 Bukittinggi khususnya angkatan 1987 dalam berbagai bidang, mulai perdagangan di Tanah Abang, tambang batu bara di Kalimantan, developer di Pekanbaru, kontraktor, dan usaha kecil menengah lainnya. Momentum rauni perak menjadi ajang deklarasi untuk mempertahankan sinergi yang sudah ada dan meningkatkan ke berbagai bidang. Saatnya kita Rayakan Idul Fitri dengan bersilaturahmi dan bersinergi. (*)

Teras Utama lainnya

Komentar