Date Sabtu, 26 July 2014 | 05:17 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pasang Baru, PLN hanya sampai Penyambungan

Jumat, 05-08-2011 | 11:35 WIB | 590 klik

Ingin memasang listrik di rumah anda? Pasti yang dibayangkan adalah PLN. Namun memang masih banyak dari kita yang menganggap bahwa pasang baru listrik itu mahal dan sulit. Padahal PLN sudah seringkali menyampaikan bahwa mengurus pasang baru listrik itu sangatlah sederhana dan biayanya jelas sesuai tarif tenaga listrik yang sudah ditetapkan pemerintah.


Dengan Program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan tahap I pada 27 Oktober 2010 dan dilanjutkan dengan Tahap II 17 Juni 2011, PLN ingin menyampaikan bahwa pasang baru listrik itu mudah dan biayanya jelas.


Dari sisi prosedur pelayanan, pasang baru listrik telah dibuat revolusi pelayanan menjadi lebih ringkas yang tadinya 6 langkah menjadi tinggal satu langkah saja. Dan dari sisi biaya, urusan PLN hanyalah biaya penyambungan (BP) yang besarannya sudah diatur dalam TDL yang ditetapkan pemerintah. Sebagai contoh untuk Rumah Tangga (R1) 900 VA, biaya yang disetor ke PLN sebesar Rp750 x 900 VA = Rp675.000 plus materai Rp6.000.


Untuk penyambungan baru, tugas PLN itu hanyalah menarik kabel tegangan rendah dari jaringan PLN ke atap rumah, lalu memasang meteran dan memasang mini circuit breaker (MCB). Berarti listrik sudah tersambung dan siap dipergunakan.


Soal bagaimana menggunakannya, perlu berapa bola lampu, kamar mana saja, berapa buah stop kontak, itu bukan urusan PLN. Bukan tugas PLN untuk memasang kabel- kabelnya, stop kontaknya, lampunya dan segala macam yang ada di rumah tersebut. Itu tugas pemilik rumah sendiri. Itu sudah menyangkut kebutuhan pemilik rumah yang skala keperluannya berbeda-beda.


Pemilik rumah/kantor biasanya tidak memiliki kemampuan melakukannya sendiri. Mereka umumnya minta bantuan kontraktor listrik. Itu terserah sepenuhnya kepada pemilik rumah. Mau cari kontraktor yang murah atau mahal, PLN tidak boleh campur tangan.


Entah mau dikerjakan sendiri atau minta bantuan kontraktor, yang jelas instalasi di rumah-rumah tersebut tidak boleh sembarangan. Ada aturannya. Bukan aturan dari PLN tapi dari pemerintah. Untuk itu ada lembaga yang mengontrol apakah jaringan di dalam rumah tersebut sudah benar atau belum. Lembaga itu bernama KONSUIL (Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik). Bukan PLN. Lembaga KONSUIL itu dibentuk pemerintah. Tidak ada hubungan sama sekali dengan PLN.


Hal-hal seperti ini memang harus terus disampaikan kepada masyarakat karena selama ini dianggap bahwa PLN yang mengurusi instalasi rumah. Sebagai perbandingan, bisa kita analogikan dengan membeli Handphone (HP). Kan tidak ada hubungannya antara operator layanan telepon seluler dengan jenis, merk, harga pesawat HP yang dipakai oleh pelanggan.


Tergantung pelanggan mau pakai HP merk apa, jenis apa, harganya berapa, mau mahal mau murah. Pesawat HP harus memiliki standar yang berlaku setelah melalui sebuah pengujian, apalagi instalasi listrik, harus memiliki standar baku demi keselamatan kita juga. Instalasi yang sesuai standar dan memiliki sertifikat layak operasi dari badan Konsuil, maka akan menjaga rumah/kantor/bangunan kita dari resiko kebakaran atau kecelakaan karena arus listrik. (adv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA