Date Rabu, 30 July 2014 | 14:02 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Perwira Polisi Ditahan

Selasa, 02-08-2011 | 11:16 WIB | 441 klik

Jakarta, Padek—Penyidik Bareskrim Mabes Polri melakukan penahanan terhadap AKBP Mindo Tampubolon, Kasubdit II Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau kemarin (1/8). Mindo diduga terlibat pembunuhan berencana istrinya sendiri Putri Mega Umboh pada 26 Juni 2011 lalu.


”Posisi (Mindo) sekarang di Bareskrim. Ditahan setelah diperiksa tim gabungan Propam dan Polda Kepri,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, Senin (1/8) sore kemarin. Mindo diperiksa maraton sejak Jumat (29/7) di Jakarta.


Sebelumnya, pada Selasa (26/7) lalu, jenazah Putri telah diotopsi oleh Tim Gabungan Penyidik Forensik Mabes Polri, Polda Kepri, dan Polda Lampung. Otopsi dilakukan di pemakaman TPU Yayasan Budi Luhur, Negeri Sakti, Gedongtataan, Pesawaran, Lampung Selatan.


Menurut Anton, AKBP Mindo diduga sebagai aktor atau intellectual dader pembunuhan itu. ”Dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” katanya. Anton belum menjelaskan secara rinci, bagaimana kasus pembunuhan Bhayangkari ini bisa menjerat suaminya sendiri. Namun, isu yang beredar di masyarakat, korban dikabarkan berselingkuh dengan pria lain.


Informasi yang dihimpun koran ini, Mindo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan istrinya berdasarkan pengakuan pembantunya, Rosma dan Ujang. Pembantu Mindo Ujang yang bernama asli Gugun Gunawan menyebut dirinya di-order oleh seseorang oknum perwira polisi yang bertugas di Polda Kepri untuk menghabisi nyawa Putri.


Bahkan, Ujang mengaku, oknum itu ikut membunuh dengan cara menggorok leher Putri setelah dirinya menikam bagian dada dan perut Putri. Aksi itu selain disaksikan pacarnya, Rosma, juga disaksikan seorang wanita dengan ciri-ciri berkulit putih, rambut lurus sebahu berwarna pirang yang kini misterius.


Oknum perwira itu disebut menjanjikan imbalan sebesar Rp20 juta kepada Ujang bahkan bebas dari hukuman. Karena informasi ini, tim Divisi Propam Mabes Polri turun ke Polda Kepri untuk memeriksa dan mengambil sampel darah Mindo. (rdl/iro/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA