Date Sabtu, 26 July 2014 | 14:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

2 Wanita Cantik Ditangkap

Residivis Pesta Sabu

Sabtu, 30-07-2011 | 09:45 WIB | 428 klik
Residivis Pesta Sabu

DIINTEROGASI: Tiga tersangka sabu saat diinterogasi aparat Polres Payakumbuh, ke

Payakumbuh, Padek—Hendra Suryadi alias Naro, 32, warga Nagari Tanjuangalam, Tanjuangbaru, Tanahdatar, tidak pernah kapok berurusan dengan narkoba. Buktinya, setelah menjalani hukuman di penjara Payakumbuh lantaran ketangkap nyabu 2 Agustus 2010, Naro kini kembali berulah.


Rabu (27/7) malam lalu, Naro kedapatan pesta sabu-sabu di sebuah kontrakan yang berada di RT 01/RW 03, Tanjuangadang, Payakumbuh Barat. Naro pesta sabu bersama dua wanita berparas cantik. Keduanya, Resi Yunita, 20, warga Padang Tangah Payobada dan Ingga Manila, 24, warga Tiaka, Payakumbuh Timur.


“Kini, Naro bersama Resi Yunita dan Ingga Manila, masih menjalani pemeriksaan di ruangan Satnarkoba,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP S Erlangga, didampingi Kasat Narkoba Iptu Teguh Setiawan kepada sejumlah wartawan, Jumat (29/7).


Resi Yunita mengaku berstatus sebagai pelayan sebuah tempat hiburan di Padang. Sedangkan Ingga Manila mengaku baru pulang dari Malaysia dan telah menikah dengan seorang Warga Negara Malaysia beretnis Tionghoa.


Saat pesta sabu di Tanjuanggadang Rabu malam, kedua wanita ini mengaku hanya memakai sabu, masing-masing lima dan tiga pukul (pukul sebutan untuk sekali isap sabu-red). Mereka nyabu setelah ditawari Naro.


Naro sendiri sekarang masih dalam penyidikan polisi. Belum bisa dipastikan, apakah Naro merupakan pemakai atau pengedar sabu. Namun polisi menduga, Naro termasuk mengedar. Sebab dari kediamannya, polisi sempat menyita timbangan digital dan plastik pembungkus sabu.


“Kita masih melakukan pengambangan. Ketiga pelaku yang diamankan, terancam melanggar dua pasal berlapis, yakni pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan serta memakai narkoba. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun serta minimal 4 tahun penjara,” ujar Iptu Teguh Setiawan.


Terpisah, aktifis Forum Peduli Luhak Limopuluah Yudilfan Habib, mengapresiasi upaya polisi dalam memberantas peredaran narkoba di Payakumbuh. Habib berharap, keseriusan polisi dapat diiringi dengan komitmen yang tinggi dari institusi lain di negeri ini. Bila tidak, pemberantasan narkoba akan tetap terkesan tebang-pilih. (tim)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA