Date Rabu, 23 July 2014 | 06:51 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Gotong-Royong Bantu Korban Kebakaran

Sabtu, 09-07-2011 | 12:00 WIB | 200 klik

Padang, Padek—Semangat solidaritas dan gotong-royong untuk korban kebakaran, terus menggelinding di tengah warga. Selain warga Pasar Belimbing, Kuranji, spirit kekeluargaan juga ditunjukkan warga Kelurahan Parak Gadang Ganting, Padang Timur, pada korban kebakaran di RT 01/RW 10.


Warga setempat bahu-membahu menggalang bantuan dan mendirikan tenda darurat untuk para korban kebakaran. Hingga kemarin, lima kepala keluarga yang rumahnya terbakar, masih menginap di tenda-tenda darurat yang dipasang di tanah kosong, depan 5 rumah yang terbakar.
Selain tenda bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, para pemuda setempat juga membuka posko bantuan bencana bekerja sama dengan RT dan RW.


Di sana terkumpul bantuan yang datang dari berbagai pihak. Di antaranya berupa pakaian baru dan bekas, makanan siap saji, minuman, dan kebutuhan korban lainnya.


Ada juga yang menyumbangkan uang tunai dan langsung dituliskan di papan tulis yang mereka sediakan di depan posko tersebut.
Ketua RW 10 Kelurahan Ganting Parak Gadang, Syafrisam, 60, mengatakan, bantuan juga berdatangan dari berbagai pihak. Di antaranya, dari Dinas Sosial Padang berupa selimut, bahan makanan dan sarden.


Wakil Wali Kota Padang juga sudah datang dan menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp1 juta. “Kami sangat mengharapkan uluran tangan dermawan untuk warga kita yang jadi korban ini. Kasihan mereka, memasuki Ramadhan, mereka tidak punya pakaian dan kebutuhan lainnya. Kalau ada warga Padang lainnya yang mempunyai pakaian atau uang berlebih, kami harap bersedia membantu,” ujarnya.


Ruaida, 43, ibu Ade Yusra yang merupakan karyawan Padang Ekspres, tak kuasa menahan haru atas kepedulian para tetangga, dermawan dan instansi pemerintah pada mereka. Saat ini, bantuan logistik berupa sarden, mi instan dan minuman siap saji dirasakan telah mencukupi. Hanya saja, keluarga Ruaida dan korban lainnya, membutuhkan bantuan beras dan kompor untuk memasak.


Untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), para korban kebakaran menumpang di rumah tetangga dan kamar mandi yang masih bisa dipakai di bekas rumah yang terbakar. Sedangkan untuk tidur, masih di tenda darurat.


Seperti diketahui, kebakaran yang terjadi di Ganting Parak Gadang menghanguskan 5 rumah semi permanen. Tujuh kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Para korban adalah Armaida, 64, Sumeyem, 50, Del Amris, 40, Maswar, 50, Rita, 34, dan Kasman, 58. (a)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA