Date Rabu, 30 July 2014 | 09:56 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tarif Tergantung Negosiasi

Geliat Panti Pijat Plus di Padang

Sabtu, 02-07-2011 | 09:34 WIB | 10409 klik
Geliat Panti Pijat Plus di Padang

(*)

Pelayanan panti pijat plus benar-benar plus. Si empunya panti pijat tahu betul bagaimana cari menyervis “calon pasien”. Sebelum adegan pijat memijat dimulai, sang tamu disuguhi “daftar menu” wanita-wanita cantik yang siap melayani tetamu.


”Silakan lihat Bang, yang mana Abang mau. Pilih saja,” sapa pemilik panti pijat dengan ramah pada para tamunya. Benar-benar profesional. Para pelanggan bebas memilih si tukang pijat sesuai selera.


Foto-foto wanita cantik itu tersedia layaknya daftar menu makanan. Agar laris manis, pengelola panti pijat dituntut kreatif memberi layanan ekstra. Hmm..., luar dalam.

Tidak saja menawarkan teknis memijat yang canggih, tapi bersaing menyajikan “anak-anak pijat” nan aduhai. Wajar saja, pijat refleksi, spa, dan aneka jenis pijat yang ditawarkan, bikin pria si hidung belang tidak bisa pindah ke lain hati.


Di kawasan Pantai Padang, terdapat sebuah rumah yang menawarkan jasa pijat. Sekilas, sulit mengetahui rumah tersebut tempat pijat. Promosinya hanya dari mulut ke mulut.


AM, misalnya. Pria 27 tahun ini mengaku sering menikmati jasa panti pijat itu. “Saya awalnya diajak teman juga,” imbuhnya tersipu malu.


Siang itu, AM datang bersama bebeduah orang temannya. Begitu masuk, mereka langsung disambut bos panti pijat. Kepada AM, dia menyodorkan beberapa foto wanita. AM disuruh memilih wanita mana yang diinginkannya untuk memijitnya.


Begitu cocok, sang tamu dipersilakan masuk ke ruangan yang telah disekat. Dalam ruangan, telah menunggu perempuan muda yang kira-kira berusia 25 tahun. Sambil dipijat, si pemijat mengajak ngobrol hingga suasana cair. Saat itulah, dengan centilnya wanita pemijat itu menawarkan layanan plus.


Wanita asal luar Sumbar ini memang tidak menyebutkan langsung melayani pijat plus. Melainkan, lewat isyarat. “Masih ada yang lain, Bang?” ujar pemijat seperti ditirukan AM.


Karyawan swasta ini pun menyampaikan keinginannya dilayani full body, dan si pemijat langsung mengangguk tanda setuju. Sekadar pijat, dikenai Rp70 ribu. Sedangkan untuk layanan plus, harganya tergantung negosiasi dengan pemijat. “Rata-rata Rp200 ribu untuk bisa mendapatkan layanan full body itu,” ujar AM.


AM mengaku tidak selalu meminta layanan plus. “Pijatannya profesional. Badan jadi nyaman dan rileks. Walaupun tidak mendapatkan layanan plus, rasanya tidak rugi kok pijat di sana,” beber pria jangkung ini.


Pnti pijat di kawasan Pantai Padang itu, tidak melayani tamu pada malam hari. Mereka hanya buka dari Pukul 09.00 hingga 18.00. Meski begitu, bisa mengajak tukang pijat keluar bila ingin mendapatkan layanan pada malam hari.


Lain lagi cerita NS. Pria berumur 24 tahun ini mengatakan, dia berlangganan di panti pijat itu karena murah meriah. “Untuk ukuran “jajan”, Rp 200.000 itu murah. Apalagi juga dipijat. Karena pandai merayu, bisa dapat bonus pijatannya,” bebernya sambil tersenyum.


NS mengaku sudah menyambangi sejumlah panti pijat plus di Padang. Namun, katanya, dibanding kota-kota besar lainnya, panti pijat di Padang masih sopan dalam beroperasi. “Kalau di kota lainnya sudah terang-terangan. Bahkan memasang plang merek. Mereka juga buka hingga tengah malam. Sedangkan di sini masih lumayan beretikalah,” ungkapnya.


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Yadrison ketika dihubungi Padang Ekspres mengatakan, di Padang memang banyak panti pijat. Sebagian di antaranya bahkan tidak memiliki izin. Pol PP juga sudah mulai mengumpulkan data dan akan segera menindaknya.


“Kita masih mengumpulkan data mana panti pijat yang resmi dan ada izin mana yang tidak. Kalau ada yang esek-esek, kita juga akan lacak. Untuk itu kita minta bantuan kawan-kawan media menginformasikannya pada kami,” ujar Yadrison. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA