Date Rabu, 23 July 2014 | 12:58 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Warnet PSB Online Sepi

Jumat, 01-07-2011 | 11:39 WIB | 358 klik
Warnet PSB Online Sepi

Lulus Sementara: Berkas kelulusan sementara seorang peserta PSB Online.

Damar, Padek—Penerimaaan siswa baru (PSB) online mulai digelar, kemarin (23/6). Meski bisa mendaftar lewat internet, tetap saja para orangtua dan calon siswa SMP, SMA dan SMK cenderung mendaftar ke sekolah. Alhasil, 18 warnet yang telah ditunjuk Dinas Pendidikan Padang untuk melayani calon siswa, lengang.


Mofa.net di Damar, misalnya. Meski sudah tiga tahun menjadi mitra Disdik dalam penerimaan PSB online, sampai siang kemarin hanya delapan siswa mendaftar di warnet itu. Budi Ardi, pemiliki warnet, tak mengerti kenapa pendaftaran di hari pertama ini jauh berbeda dengan dua tahun belakangan.


“Tahun lalu, di hari pertama pendaftaran PSB online, sudah ada puluhan siswa yang mendaftar,” katanya kepada Padang Ekspres, kemarin.
Soal kapasitas komputer di warnetnya, ia menjamin sama dengan yang dimiliki sekolah. Bahkan, dia menyediakan khusus satu jaringan untuk PSB ini. Dengan begitu, tidak terjadi kesalahan koneksi atau loading yang lama.


Operator PSB online di warnet merupakan utusan Disdik alias guru dari sekolah. Pemilik warnet hanya menyediakan tempat dan fasilitas, seperti printer.


Jika mendaftar di warnet, dikenakan biaya Rp 3.000 sekali mendaftar. Itu sudah termasuk pembelian formulir dan print hasil pendaftaran. “Harga itu sudah kesepakatan dan aturan Disdik. Masa gara-gara Rp 3.000 calon siswa mau berdesakan mendaftar ke sekolah,” ungkapnya.


Tak Percaya Diri
Pantauan Padang Ekspres di beberapa sekolah negeri di Padang memang ramai. Seperti di SMPN 13, 2, 7, Padang, SMAN 2 Padang, dan SMKN 3 Padang. Hingga sore kemarin, ratusan wali murid dan orangtua berdesakan mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran.


Indah Dwi Putri, wali murid yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 13, merasa kurang yakin bila mendaftar lewat warnet. Dia lebih memilih berdesakan dan menunggu lama untuk menungu proses pendaftaran anaknya ke sekolah.


“Lagian, warnet yang jadi mitra Disdik saya juga tidak tahu. Saya sudah tanya ke warnet sekitar rumah, pemilik warnetnya malah bingung,” ujar ibu tiga anak ini.


Hal senada disampaikan Rahmad Ilahi. Warga Pasaman ini mengantarkan adiknya mendaftar ke SMKN 1 Padang. Karena tidak tahu warnet yang ditunjuk Disdik, dia akhirnya mendaftar di SMKN 3 Padang.


Tak Ada Beda
Kasi Pendataan dan Teknologi Informasi Disdik Padang, Syuhadi menjelaskan, pendaftaran di warnet dan di sekolah tak ada perbedaan. Bahkan, di beberapa warnet, memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan di sekolah.


Syuhadi mengaklaim telah melakukan sosialisasi ke sekolah, kecamatan, bahkan menempel poster pengumuman PSB online di tempat-tempat umum, termasuk 18 warnet tempat mendaftar. Syuhadi berharap pihak warnet juga melakukan sosialisasi pada calon siswa di tempatnya.


“Daripada mengantre seharian, bagus ke warnet. Setiap warnet yang kita tunjuk, ada operator yang telah dilatih. Operator itu, merupakan guru informatika di sekolah,” ujarnya ketika mengawasi Posko PSB Online di SMKN 3 Padang. (e)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA