Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 07:17:51 WIB
RAKYAT SUMBAR

Nilai Sumbar 8 Tertinggi

UN SMP Pariaman Tertinggi, Solsel Terendah

Padang Ekspres • Sabtu, 04/06/2011 09:42 WIB • A Lubis & Ricco M • 4798 klik

(*)

Padang, Padek—Hasil nilai ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTs hari ini serentak diumumkan secara nasional. Jika dari angka ketidaklulusan siswa Sumbar menempati posisi empat terburuk nasional, untuk nilai UN Sumbar berada di peringkat 8 terbaik nasional. Rata-rata nilai UN di Sumbar adalah 7,23.


Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Sumbar mengapresiasi pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, pelaksanaan ujian itu berjalan menurut aturan, tidak ada kecurangan. Kami mengapresiasi kinerja yang ditunjukan Disdik kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsul Rizal kepada Padang Ekspres, Jumat (3/6).


Meski demikian, dia meminta kabupaten/kota terus melakukan evaluasi agar hasil UN tahun depan lebih bagus lagi. “Apakah itu menyangkut masalah guru, manajemen kepala sekolah, pengawas yang tidak berfungsi dengan baik, atau permasalahan internal dinas terkait itu yang dievaluasi untuk perbaikan tahun mendatang.


1.525 Pelajar tak Lulus
Hanya saja, seperti diberitakan Padang Ekspres Kamis (2/6), jumlah siswa tak lulus mencapai 1.525 orang dari 82.567 peserta yang mengikuti UN SMP sederajat (SMP, MTs, SMPT dan SMPLB). “Kami belum tahun apa penyebabnya. Karena itu, kami akan koordinasi dengan dinas kabupaten/kota, apakah salah gurunya atau ada persoalan lain,” ujar Syamsul Rizal.


Pelajar MTs tercatat 288 orang tak lulus dari jumlah peserta UN 19.628 orang. Untuk pelajar SMPT hanya sembilan orang yang tidak lulus dari 131 peserta. “Untuk peserta UN dari SMPLB, jumlahnya 16 orang. Semuanya dinyatakan lulus ujian,” ungkapnya.


Tahun ini, peringkat tertinggi UN SMP/MTs diraih Kabupaten Padangpariaman dengan jumlah nilai 30.28. Menyusul Kabupaten Pesisir Selatan dengan nilai 30,28, dan Padang posisi ketiga dengan nilai 29,89.
Untuk kabupaten/kota, posisi buncit Kabupaten Solok dengan nilai 25,60, disusul Sijunjung dengan nilai 25,85, dan Tanahdatar dengan nilai 26,78. “Sekolah akan memberitahu hasil UN itu ke siswanya, Sabtu (4/5). Untuk hasil UN Sekolah Dasar (SD), baru diterima Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar dari pusat, tanggal 20 Juni mendatang,” paparnya.


Menanggapi Sumbar empat terbanyak siswa tidak lulus, kata Syamsul Rizal, yang terpenting bukan indikator ketidaklulusan, tapi capaian mutlak akademis. “Kalau orang lulus banyak biasa saja, tapi kalau rata-ratanya rendah percuma juga,” tukasnya.


Dia mencontohkan Sumatera Utara yang jumlah kelulusannya terbaik nasional, kata Syamsul, hanya sebagian saja yang lulus di perguruan tinggi negeri (PTN).
Pengamat pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Ali Zamar menilai, “Kalau memang dilakukan dengan jujur atau murni kemampuan siswa, hasil yang dicapai itu sudah bagus. Menurut saya, itu nilainya sudah tinggi,” kata Pembantu Rektor III UNP itu.


Dengan nilai murni itu, tambahnya, kualitas pendidikan di suatu daerah dan sekolah dapat dipotret secara riil. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : Sam-unp
Kamis, 09/06/2011 - Jam 14:22 WIB
Aneh saja. semua orang tahu bahwa kemurnian ujian nasional dipertanyakan. Kalau nggak percaya tanya sama anak atau adik anda yang ikut UN. Tapi kenapa UN dijadikan barometer pendidikan. Lihat saja hasil UN th ini, lebih tinggi pula nilai UN daerah daripada nilai UN kota Padang, Padang panjang dan bukit tinggi. Padahal kalau untuk olimpiade sain siswa dari kota ini termasuk terbaik.
Dari : hersha
Sabtu, 04/06/2011 - Jam 14:31 WIB
slamat buat pra siswa yg lulus smoga dngn nilai yg ada klian smua dpt mningkatkn prestasi blajarnya
dan siswa tak lulus mungkin bkan rejeki anda yg bgus tpi jngn ptus asa msih ada ko cara untk mngikuti pndidikn yg lbh baik


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!