Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 06:19:59 WIB
RAKYAT SUMBAR

Nilai Sumbar 8 Tertinggi

UN SMP Pariaman Tertinggi, Solsel Terendah

Padang Ekspres • Sabtu, 04/06/2011 09:42 WIB • A Lubis & Ricco M • 4773 klik

(*)

Padang, Padek—Hasil nilai ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTs hari ini serentak diumumkan secara nasional. Jika dari angka ketidaklulusan siswa Sumbar menempati posisi empat terburuk nasional, untuk nilai UN Sumbar berada di peringkat 8 terbaik nasional. Rata-rata nilai UN di Sumbar adalah 7,23.


Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Sumbar mengapresiasi pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, pelaksanaan ujian itu berjalan menurut aturan, tidak ada kecurangan. Kami mengapresiasi kinerja yang ditunjukan Disdik kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsul Rizal kepada Padang Ekspres, Jumat (3/6).


Meski demikian, dia meminta kabupaten/kota terus melakukan evaluasi agar hasil UN tahun depan lebih bagus lagi. “Apakah itu menyangkut masalah guru, manajemen kepala sekolah, pengawas yang tidak berfungsi dengan baik, atau permasalahan internal dinas terkait itu yang dievaluasi untuk perbaikan tahun mendatang.


1.525 Pelajar tak Lulus
Hanya saja, seperti diberitakan Padang Ekspres Kamis (2/6), jumlah siswa tak lulus mencapai 1.525 orang dari 82.567 peserta yang mengikuti UN SMP sederajat (SMP, MTs, SMPT dan SMPLB). “Kami belum tahun apa penyebabnya. Karena itu, kami akan koordinasi dengan dinas kabupaten/kota, apakah salah gurunya atau ada persoalan lain,” ujar Syamsul Rizal.


Pelajar MTs tercatat 288 orang tak lulus dari jumlah peserta UN 19.628 orang. Untuk pelajar SMPT hanya sembilan orang yang tidak lulus dari 131 peserta. “Untuk peserta UN dari SMPLB, jumlahnya 16 orang. Semuanya dinyatakan lulus ujian,” ungkapnya.


Tahun ini, peringkat tertinggi UN SMP/MTs diraih Kabupaten Padangpariaman dengan jumlah nilai 30.28. Menyusul Kabupaten Pesisir Selatan dengan nilai 30,28, dan Padang posisi ketiga dengan nilai 29,89.
Untuk kabupaten/kota, posisi buncit Kabupaten Solok dengan nilai 25,60, disusul Sijunjung dengan nilai 25,85, dan Tanahdatar dengan nilai 26,78. “Sekolah akan memberitahu hasil UN itu ke siswanya, Sabtu (4/5). Untuk hasil UN Sekolah Dasar (SD), baru diterima Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar dari pusat, tanggal 20 Juni mendatang,” paparnya.


Menanggapi Sumbar empat terbanyak siswa tidak lulus, kata Syamsul Rizal, yang terpenting bukan indikator ketidaklulusan, tapi capaian mutlak akademis. “Kalau orang lulus banyak biasa saja, tapi kalau rata-ratanya rendah percuma juga,” tukasnya.


Dia mencontohkan Sumatera Utara yang jumlah kelulusannya terbaik nasional, kata Syamsul, hanya sebagian saja yang lulus di perguruan tinggi negeri (PTN).
Pengamat pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Ali Zamar menilai, “Kalau memang dilakukan dengan jujur atau murni kemampuan siswa, hasil yang dicapai itu sudah bagus. Menurut saya, itu nilainya sudah tinggi,” kata Pembantu Rektor III UNP itu.


Dengan nilai murni itu, tambahnya, kualitas pendidikan di suatu daerah dan sekolah dapat dipotret secara riil. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : Sam-unp
Kamis, 09/06/2011 - Jam 14:22 WIB
Aneh saja. semua orang tahu bahwa kemurnian ujian nasional dipertanyakan. Kalau nggak percaya tanya sama anak atau adik anda yang ikut UN. Tapi kenapa UN dijadikan barometer pendidikan. Lihat saja hasil UN th ini, lebih tinggi pula nilai UN daerah daripada nilai UN kota Padang, Padang panjang dan bukit tinggi. Padahal kalau untuk olimpiade sain siswa dari kota ini termasuk terbaik.
Dari : hersha
Sabtu, 04/06/2011 - Jam 14:31 WIB
slamat buat pra siswa yg lulus smoga dngn nilai yg ada klian smua dpt mningkatkn prestasi blajarnya
dan siswa tak lulus mungkin bkan rejeki anda yg bgus tpi jngn ptus asa msih ada ko cara untk mngikuti pndidikn yg lbh baik


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!