Date Sabtu, 2 August 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Hari Ini, Tiga Warga Tentukan Sikap

Pengikut Ahmadiyah Dirangkul

Selasa, 31-05-2011 | 12:56 WIB | 216 klik

Solsel, Padek—Pengikut aliran Ahmadiyah juga terdapat di Kabupaten Solok Selatan. Secara kekeluargaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangir, mengajak tiga kepala keluarga yang notabene anggota organisasi Ahmadiyah.


Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Sumbar No 17 tahun 2011, tentang larangan kegiatan Jamaat Ahmadiyah Indonesia. Tiga warga Lekok Jorong Sungailambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir itu yaitu “KD”, 57, “JB”, 66 dan “IH”.


“Kami menyampaikan dan mengajak secara kekeluargaan. Bahwa organisasi Ahmadiyah dilarang pemerintah. Untuk itulah, kami hadirkan bapak bertiga ke sini,” ujar Ketua MUI Sangir, B MLN Managah didampingi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangir, Syafra Haradi di kantor KUA Sangir, Senin (30/5).


Syafra menambahkan, sudah menjadi kewajiban aparatur pemerintah untuk menyampaikan dan mensosialisasikan peraturan, termasuk larangan terhadap Ahmadiyah. Namun, bagaimana pun, diserahkan sepenuhnya kepada mereka bertiga. “Kita tidak beoleh memaksakan. Karena ini masalah keyakinan dan akidah,” ujarnya.


Diskusi selama lebih dari dua jam itu, berlangsung cukup alot. Terhadap hal itu, “IH” menanggapi bahwa ia memang mendengar bahwa Ahmadiyah dilarang. Namun, untuk mengambil keputusan, “IH” dan “KD” menyatakan bahwa mereka harus berunding dan minta pandangan dulu dari keluarga di rumah.


“Kami minta diberi tenggat waktu sampai besok (hari ini, red),” kata “IH” saat diminta untuk memberi ketegasan apakah mereka masih akan menjadi anggota Ahmadiyah atau tidak.


Sosialisasi PP No 17 itu, menurut Ketua MUI Sangir, adalah langkah antisipasi agar jangan terjadi tindakan anarkis, serta fitnah di tengah masyarakat. Sebab, berdasarkan PP tersebut dalam pasal 3 ayat 3 memuat, pemerintah daerah diminta agar menghentikan aktivitas anggota/pengurus Jemaat Ahmadiyah sesuai peraturan. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA