Date Rabu, 30 July 2014 | 03:53 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Waspadai Radikalisme Teror Bom

Senin, 30-05-2011 | 16:30 WIB | 243 klik

Bukittinggi, Padek—Wawasan kebangsaan perlu diperkokoh untuk memberikan tameng berkembangnya paham radikalisme. Generasi muda dan masyarakt perlu kembali disadarkan pentingnya wawasan Nusantara.


Hal itu diungkapkan Kepala Kesbangpol dan Linmas Bukittinggi Ibentaro Samudra ketika seminar nasional Mewaspadai Radikalisme dengan Memperkokoh Wawasan Kebangsaan yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bukittinggi, Sabtu (28/5).


“Selama ini masyarakat memang dihebohkan dengan ancaman bom dari teroris, tetapi hal itu bersifat nyata sedangkan teroris narkoba mainnya sembunyi-sembunyi masuk merasuki pikiran anak-anak yang akhirnya bisa menghancurkan masa depan generasi muda Indonesia,” kata Ibentaro.
Seminar yang dihadiri utusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Bukittinggi ini menampilkan tiga pemateri.Selain Ibentaro, juga tampil Kabid Politik Kesbangpol dan Linmas Agam Harmezi dan Pimpinan Yayasan Aqabah Bukittinggi H Indra Syam, LC.


Pemateri lainnya, Indra Syam megemukakan, paham radikalisme itu bukanlah ciptakan kaum beragama, tetapi paham itu diciptakan ateis atau orang yang tak mengakui keberadaan agama. “Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang sepakat dan setuju dengan paham radikalisme tersebut,” katanya.


Kata lulusan Timur Tengah itu, paham itu sengaja diciptakan, untuk “mempecundangi” sebuah kekuasaan dengan mengatasnamakan “agama”. Tapi sayangnya, ketika tindakan radikalisme itu muncul di Negara mana saja yang dikambinghitamkan selalu umat muslim.


Sementara, Harmezi meyakinkan, pengikut paham radikal itu, biasanya dilakukan sebuah pameo. “Perbedaan antara radikal dan pahlawan hanya setipis kulit bawang. Sehingga pengikut radikalisme itu meyakini dirinya adalah pahlawan, ketika dia melakuan pengeboman atau bom bunuh diri. Padahal paham itu sangat salah sekali, karena tidak ada aturan negara maupun agama yang membolehkan paham itu berkembang,” tukasnya. (fd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA