Date Kamis, 31 July 2014 | 18:26 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Jika Terbukti Diberhentikan

Anggota KPPS Ikut Kampanye

Jumat, 28-03-2014 | 11:29 WIB | 426 klik

Painan, Padek—Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesisir Selatan menemukan indikasi pelanggaran kode etik yang dilakukan salah seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kenagarian Tiga Sungai, Kecamatan Pancung Soal, berinisial HD, 25.

Dimana HD selaku anggota KPPS ikut konvoi kampanye salah satu partai politik dan memakai atribut partai tersebut. Padahal, KPUD Pessel sudah mewanti-wanti agar KPPS yang akan melakukan pemungutan suara, bersikap netral. Temuan ini didapat melalui hasil evaluasi Panwascam Pancung Soal, Senin (17/3).

“Pada saat kampanye, ada petugas KPPS ikut berkampanye. Itu tidak dibenarkan dalam berkampanye. KPPS harus netral,” tegas Divisi Hukum dan Pengawasan Panwaslu Pesisir Selatan, Windra Ikhsan kepada Padang Ekspres, kemarin (27/3) di ruangannya.

Ia menyayangkan adanya KPPS yang ikut berkampanye. Panwaslu berjanji akan melakukan kajian dan meneruskan kajian itu ke Dewan Kehormatan Penyelengaraan Pemilu (DKPP) melalui Bawaslu Provinsi. “Nantinya jika terbukti maka anggota yang bersangkutan akan diberhentikan sebagai anggota KPPS,” tegasnya.

Sementara Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Pesisir Selatan, Toni Marsi mengungkapkan jika anggota KPPS tersebut terbukti bersalah karena ikut terlibat kampanye dan telah melanggar kode etik, maka penegakan hukum akan diberlakukan.

Ditegaskan, KPPS yang terbukti berpihak pada partai politik tertentu atau menjadi tim sukses, akan diberhentikan sebagai KPPS. Hal ini demi menjaga netralitas para petugas KPPS.

“Nanti setelah hasil kajian Panwaslu keluar dan memang terbukti maka kita perintahkan kepada PPS untuk segera mengganti yang bersangkutan guna menjaga netralitas Pemilu mendatang. Karena itu KPU menghimbau anggota PPK, PPS dan KPPS netral dalam bertugas. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA