Date Kamis, 31 July 2014 | 18:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Jumlah DPT Diragukan

Sabtu, 19-10-2013 | 12:50 WIB | 256 klik

Bukittinggi, Padek—Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2014 di Kota Bukittinggi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebanyak 80.737 pemilih. Sayangnya, penetapan DPT itu diragukan salah satu parpol peserta Pemilu, karena tidak merinci per kelurahan dan per kecamatan.

Divisi Sosialiasi KPU Bukittinggi, Benny Azis, menyebutkan, penetapan DPT itu telah dilakukan beberapa hari lalu melalui sidang paripurna terbuka. Selanjutnya, akan diumumkan melalui kantor PPS dan secara online melalui website KPU. “Kita berharap parpol peserta Pemilu maupun mayarakat dapat melihat dan mencermati,” harapnya kemarin.

Wakil Ketua Golkar Bukittinggi, Tasmon S, meragukan hasil penetapan DPT Bukittinggi. Pasalnya, dalam rapat paripurna yang dilakukan KPU setempat, Minggu (13/7), KPU langsung menetapkan DPT tanpa meminta masukan atau pendapat dari parpol peserta Pemilu.

Yang mengejutkan, KPU tidak merinci berapa DPT per-kelurahan dan per kecamatan. KPU hanya menyebutkan secara global bahwa DPT Bukittinggi adalah 80.737 pemilih, dan langsung mengetok palu bahwa rapat paripurna berakhir.

Pada kesempatan itu, menurut Tasmon, pihak sempat melakukan interupsi mempertanyakan bagaimana jika ada pemilih yang belum terdaftar. KPU melalui ketua, Lemmasrizal, menyebutkan, masih ada waktu melakukan koreksi hingga pukul 24.00 WIB Minggu (13/7).

”Saya jadi bingung, rapat paripurna sudah ditutup. Tapi masih ada waktu mengoreksi DPT hingga pukul 24.00 WIB. Ini kan aneh. Tapi saya paham, karena semua anggota KPU Bukittinggi adalah muka-muka baru,” ujarnya terpisah kepada koran ini kemarin.

Benny Azis, menambahkan, sebelumnya KPU mencatat bahwa jumlah DPT Bukittinggi sebanyak 81.471. Setelah dikoreksi lagi, ternyata terdapat pemilih ganda sebanyak 725 sehingga jumlah DPT sebenarnya sebanyak 80.739 pemilih. “Pemilih ganda hampir ditemukan di semua kelurahan di Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Jika ada masyarakat yang belum terdaftar di DPT, masih bisa dimasukan dalam daftar pemilih tambahan. (edi)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA