Date Kamis, 24 July 2014 | 17:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

H-7, Ada Ziarah ke Makam Raja-raja di Tanahdatar

Presiden SBY Empat Hari di Sumbar

Sabtu, 12-10-2013 | 11:34 WIB | 1648 klik

Padang, Padek—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berkunjung ke Sumbar 28-31 Oktober nanti. Dalam kunjungannya kali ini, SBY direncanakan meresmikan pembangunan jembatan layang Kelok Sembilan di Limapuluh Kota, Istano Basa Pagaruyung yang telah selesai pembangunannya pascaterbakar tahun 2007 di Tanahdatar dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih di Kota Padang.

Mendagri Gamawan Fauzi membenarkan adanya rencana kunjungan SBY ke Sumbar. ”Iya. Pak SBY menghubungi saya pekan lalu dan minta agar menata acara. Hal itu telah saya sampaikan ke Gubernur,” kata Gamawan Fauzi, kemarin.

Menurut Mendagri, selain peresmian jembatan layang Kelok Sembilan dan Istano Basa Pagaruyung serta peringatan Hari Pangan Sedunia, Presiden kemungkinan juga akan meresmikan Jalan Sicincin-Malalak dan PLTU Teluksirih. “Mungkin juga ada yang lain,” tambah Gamawan.

Menindaklanjuti kedatangan SBY itu, Senin (7/10) lalu, digelar rapat yang dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubernuran. Hadir pada kesempatan itu,

Bupati Tanahdatar M Shadiq Pasadigoe, Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Wali Kota Bukittinggi Ismet Amsis, Wakil Wali Kota Padangpanjang Mawardi Samah, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan sejumlah panitia propinsi.

Gubernur menyebutkan, Presiden SBY beserta rombongan datang 28 Oktober sore, disambut di BIM dan mendengarkan ekspos perkembangan pembangunan Sumbar di VIP BIM. Selanjutnya, Presiden menuju Bukittinggi dan melakukan pertemuan dengan kepala daerah di Balai Sidang Bung Hatta.

Keesokan harinya (29/10), direncanakan meresmikan Jembatan Kelok Sembilan, dan Rabu (30/10) meresmikan Istano Pagaruyung. Selanjutnya Kamis (31/10), peringatan Hari Pangan Sedunia di TVRI Sumbar.

Bupati M. Shadiq Pasadigoe mengatakan, masyarakat Tanahdatar sangat mengharapkan Presiden SBY meresmikan Istano Pagaruyung ini, karena Batagak Tonggak Tuo dihadiri Jusuf Kalla ketika menjabat Wakil Presiden.

SBY yang bergelar Yang Dipatuan Maharaja Pamuncak Sari Alam akan mengenakan pakaian adat. Sejauh ini, kata Shadiq, telah dilakukan pertemuan dengan pewaris kerajaan Pagaruyung, ninik mamak dan KAN Nagari Pagaruyung, serta KAN. LKAAM dan Bundo Kanduang se-Tanahdatar dan Sumbar.

Peresmian Istano diperkirakan dihadiri sekitar 1.290 undangan. Bupati juga telah rapat lengkap panitia yang juga dihadiri Dandim 0307 Tanahdatar dan Kapolres Tanahdatar di Kantor Bupati, Kamis (9/10).

Informasi dari Humas Pemkab Tanahdatar, tujuh hari sebelum (H-7) kedatangan SBY, dilakukan prosesi adat ziarah ke makam raja-raja yang pernah berthahta di Minangkabau dalam wilayah Tanahdatar, di antaranya makam Adityawarman di Limo Kaum, Dt.Tantejo Gurhano di Pariangan, Rajo Ibadat di Sumpur Kudus dan Rajo Adat di Buo. Selanjutnya H-5 dilangsungkan prosesi adat, di antaranya Ratik Tolak Bala di Istano Basa Pagaruyung. Prosesi selanjutnya menawari rumah dengan tawa nan ampek dan limau tujuah ragam, salah satunya diambil dari Bukit Batu Patah dengan Aie Tawa Luhak Nan Tigo, yaitu Luak Rajo, Luak Tanjuang Bungo serta unsur Air penawar dari Rajo Tigo Selo. Lalu, prosesi penyembelihan kerbau pada H-1 pagi, di Kompleks Istano Basa Pagaruyung.(esg/ayu/mal)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA