Date Jumat, 25 July 2014 | 22:56 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Berniat Melakukan Survei Lapangan

Mapala Unand Hanyut, 2 Tewas-4 Hilang

Minggu, 29-09-2013 | 05:18 WIB | 17702 klik
Mapala Unand Hanyut, 2 Tewas-4 Hilang

Mapala Unand Hanyut

Padang, Padek—Delapan anggota mahasiswa pencinta alam Universitas Andalas (Mapala Unand) terseret air bah di Patamuan Batubusuk Batang Kuranji, Limaumanis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kemarin (28/9). Sampai berita ini diturunkan, dua orang korban ditemukan meninggal, empat orang masih dalam pencarian, dan dua orang selamat.

Dua orang korban tewas itu yakni Elin Florita mahasiswa Fakultas Pertanian, dan Artika Caspela mahasiswa Fakultas Psikologi. Sedangkan empat korban masih dalam pencarian yakni, Rezki Tega, Aidil Adi Warsa (keduanya dari Fakultas Ekonomi), Deni Linardo dan Vegian Rizki Ramadhan (dua nama terakhir dari Fakultas Pertanian). Korban selamat adalah Ivo Nurdio Putra dan Meta Ramarita.

Informasi berhasil dihimpun Padang Ekspres, kedelapan anggota Mapala ini berniat melakukan survei lokasi untuk rute pendidikan dasar mapala dengan menyusuri perbukitan Padangkaruah. Rombongan yang berangkat pukul 08.00 ini, ingin mencari rute baru setelah rute sebelumnya rusak akibat banjir bandang melanda kawasan Patamuan tahun lalu.

Awalnya tak ada masalah dari survei lapangan ini, begitu juga ketika rombongan kembali menuju sekretariat Mapala Unand. Namun sekitar 500 meter dari tujuan (sekretariat Mapala Unand, red), rombongan berniat menyeberangi Batang Kuranji.

“Informasi saya dapatkan, rombongan hanya menyisakan jarak 500 meter lagi. Namun mereka harus menyeberangi sungai,” kata Rektor Unand Dr Werry Darta Taifur dihubungi Padang Ekspres, tadi malam (28/9).

Awalnya rombongan mengurungkan niat untuk menyeberangi, karena debit air meningkat. “Waktu itu air sungai meningkat 20 cm dari kondisi normal, sehingga tim memutuskan berhenti sambil menunggu air normal. Sekitar pukul 18.00, tim memutuskan menyeberang setelah debit air turun hingga 15 cm (setinggi lutut),” kata Ade Rahardian dari sekolah alam Padang.

Waktu itu, tambah Werry, enam anggota Mapala menyeberangi sungai tersebut, sedangkan dua orang lainnya menunggu di pinggir. Baru sekitar 5 meter menyeberang, tiba-tiba datang air bah dan menyeret keenam orang tersebut. Melihat kondisi itu, dua orang selamat langsung menghubungi sekretariat Mapala Unand. Tak lama setelah itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian.

Sampai berita ini diturunkan, baru dua orang korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. “Korban meninggal ditemukan di jembatan Batubusuak. Kita belum bisa memastikan kondisi keempat korban hilang lainnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Erwanto. Pihaknya sendiri menurunkan 20 orang tim SAR guna membantu pencarian tersebut.

Kepala Pusdalops BPBD Sumbar, Ade Edwar mengatakan, air bah terjadi setelah terjadi hujan lebat di hulu sungai. “Seketika itu juga debit air Batang Kuranji tersebut langsung membesar,” ujarnya. Menurut Ade yang pernah melakukan operasi permbersihan hulu sungai tersebut, sungai itu memang cukup berbahaya dan curam. Saat ada hujan lebat di hulu, air cepat membesar dan sulit menghindari sapuan air.

Kasi Opsnal SAR Kota Padang, Juanda menyebutkan, pihaknya hingga tadi malam masih melakukan pencarian di kawasan hilangnya mahasiswa tersebut. “Dua jenazah mahasiswa tersebut telah dievakuasi, dan telah dibawa ke RSUP M Djamil Padang,” ujar Juanda. Pantauan Padang Ekspres di RSUP M Djamil Padang, terlihat puluhan teman, kerabat dan keluarga korban memenuhi kamar jenazah. (cr2)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA