Date Sabtu, 26 July 2014 | 14:07 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Dinas Pasar Duga Faktor Manusia Kebakaran Pasar

Instalasi Listrik Dimakan Usia

Rabu, 25-09-2013 | 10:22 WIB | 424 klik
Instalasi Listrik Dimakan Usia

Instalasi Listrik Dimakan Usia

Simpangharu, Padek—Instalasi listrik Pasar Simpangharu sudah berusia tiga puluh tahun tidak diganti. Karena tidak terawat, kabel-kabel listrik di sekitar pertokoan blok AA dan blok BB banyak yang rusak.

Pantauan Padang Ekspres kemarin, tampak kabel yang terulur dari Toko P&D Delima di blok AA berlubang digigit tikus.

“Hampir 30 tahun lebih instalasi listrik di sini tidak pernah terurus. Kabel-kabel di sepanjang toko sudah pada lapuk dan berlubang akibat digigit tikus,” ujar pedagang kebutuhan sehari-hari, Mulyani kepada Padang Ekspres, kemarin.

Persoalanlistrik di sejumlah pasar satelit hampir dipastikan serupa dengan pasar Simpangharu. Meski begitu, belum tampak upaya serius pihak terkait mengantisipasi ancaman kebakaran di pasar-pasar tradisional.

“Sebelum kebakaran terjadi jam setengah tujuh, Senin (23/9) itu, Toko Delima yang jadi sumber api sudah ada tanda-tandanya. Getaran setrum bisa kita rasakan di saat berada di dekat petak toko tersebut,” sebutnya.

Tetap Berjualan

Meski lokasi kebakaran sudah dipasangi garis polisi, pedagang tetap berjualan di bekas toko mereka yang hangus.

Itu terpaksa dilakukan karena tiada pilihan lain demi membiayai kebutuhan hidup keluarga.

“Kami berjualan meski ada garis polisi, karena kita butuh berjualan untuk kehidupan sehari-hari. Tempat jualan kita sudah tidak ada selain toko ini,” ujar Nel yang sudah empat tahun menggiling cabai di kawasan petak BB ini.

Nel tidak mengerti persoalan kelistrikan di Pasar Simpangharu. Apalagi, ibu bertubuh gempal ini baru empat tahun berjualan di pasar tersebut.

“Setahu saya, belum pernah instalasi listrik diperbaiki sejak empat tahun lalu. Kalau dilihat dari lilitan kabel di sini, rasanya wajar (korslet). Kabel-kabel tampak tak rapi dan berantakan di atas sela-sela toko ini,” tambahnya.

Bukan soal Listrik

Secara terpisah, Kepala Dinas Pasar Padang, Hendrizal Azhar menduga kebakaran yang melanda Pasar Simpangharu lebih disebabkan faktor manusia atau human error. Kebakaran tersebut bukanlah karena masalah buruk atau tidaknya instalasi listrik, tapi lebih kepada soal penggunaannya yang tidak beraturan. “Kita tidak bisa juga mengatakan instalasi buruk, tapi bisa juga karena kelalaian,” ujar Hendrizal Azhar.

Dia lalu mengklaim seluruh pasar satelit di Padang memiliki instalasi listrik layak. “Sekarang lebih kepada pemakaian listrik yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Selama ini, katanya, masyarakat sering memasang banyak kabel dalam satu stop kontak sehingga rawan korslet. “Pola penggunaan pedagang ini yang mesti kita perbaiki. Ke depan akan terus kita awasi,” paparnya.

Agar pemilik toko yang menjadi korban kebakaran bisa beraktivitas dengan normal, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Muharlion meminta Pemko segera mencarikan solusi. “Kepada polisi diminta segera mengusut tuntas penyebab kebakaran ini. Sebab, selama ini tidak jelas penyebab kebakaran pasar. Pemko harus bergerak cepat karena korban kebakaran itu sangat mengharapkan bantuan,” kata Muharlion.

Secara terpisah, Bendahara Umum Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Sumbar, Adrinaldi menjelaskan kawasan Pasar di Kota Padang termasuk Simpangharu sudah lebih dari 20 tahun instalasi listriknya tidak diperiksa. Padahal dalam ketentuanya, setiap lima tahun sudah harus diperiksa.

“Kami tidak begitu mengetahui kalau di listrik di Simpang Haru apakah dikelola oleh Dinas Pasar atau langsung pemilik toko. Jadi, yang melakukan permintaan pengawasan ini adalah yang bertanggung jawab dalam penggunaan listrik ini,” ungkapnya.

Adrinaldi menilai masih banyak pengoperasian instalasi listrik yang dilakukan tanpa mengantongi SLO (Sertifikasi Laik Operasi). Ditambah pula tenaga pemasangan listrik tidak dilakukan tenaga ahli yang sudah mempunyai sertifikat keahlian (SKA) atau pun badan usaha yang sudah diakreditasi oleh LPJK. “Sebelum ada hasil pemeriksaan dari kepolisian belum bisa dikatakan penyebab kebakaran akibat listrik,” tegasnya.

Secara terpisah, korban kebakaran beserta Dinas Pasar dan DPRD melakukan pertemuan di Mushalla Nur Ishlah membahas langkah ke depan perbaikan infrastruktur. Hasil pertemuan itu pedagang diarahkan membuat permohonan ditujukan kepada Pemko untuk biaya perbaikan instalasi listrik, pemasangan kudo-kudo, dan atap. (cr5/bis/ek/cr6)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA