Date Sabtu, 2 August 2014 | 07:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Perawatan Jalan tak Maksimal

Jumat, 20-09-2013 | 14:10 WIB | 377 klik
Perawatan Jalan tak Maksimal

lubang yang ditutupi genangan air di jalan kawasan Aiapacah belakang Pusat Pemer

Andalas, Padek—Jalan berlubang termasuk yang paling sering dikeluhkan warga Padang. Hampir semua jalan raya di Padang, jauh dari kesan mulus. Buruknya infrastruktur dasar ini, turut memicu kemacetan dan kecelakaan.

Bila jalan raya di pusat kota dihiasi jalan bergelombang dan berlubang, di pinggir kota bahkan tidak beraspal.

Seperti jalan-jalan di Kelurahan Aiepacah, tidak tampak kawasan ini akan menjadi pusat pemerintahan Padang.

Lihat saja jalan di belakang perkantoran Pemko Padang di Aiepacah, eks Terminal Regional Bengkuang (TRB). Kondisinya rusak parah. Tak sedikit pun menggambarkan daerah ini berada di wilayah Padang, tapi mirip jalan-jalan kampung.

Setali tiga uang di Aiepacah, di Jalan Andalas, Kecamatan Padang Timur, kondisinya juga demikian. Aspal jalan terkelupas sehingga sering tergenang air.

Seperti jalan di dekat jembatan Andalas, terus mengalami kerusakan meski diperbaiki setiap tahun. Jalan berlubang itu bekas galian riol.

Riki Pratama, 19, karyawan toko kacamata di Jalan Andalas ini, menyebut jalan itu sudah banyak memakan korban. Baru-baru ini, sejak musim penghujan, pengendara motor banyak tersungkur di lubang tersebut.

“Jalan ini pernah ditambal dengan pasir dan krikil tanpa diaspal, namun tambalannya itu tidak bagus alias asal-asalan” kata Alwi, pengusaha material bangunan di kawasan itu. Pria 41 tahun ini mengaku telah sering bergotong royong memperbaiki jalan-jalan rusak itu. “Sudah sering menimbun lubang jalan itu dengan pasir dan kerikil. Tapi saluran air jelek, kalau hujan jalan yang sudah ditambal itu kembali rusak karena tergenang,” tuntasnya.

Lurah Andalas, Roswita mengaku sejak jembatan baru dibuat 2010 lalu, jalan berlubang di kawasan itu sudah empat kali diperbaiki. “Baru dua minggu kemarin diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum, sekarang sudah rusak lagi,” katanya.

Kerusakan Jalan Andalas Raya itu akibat genangan air karena buruknya riol. “Kami sudah mengingatkan warga agar membuat riol di tempat masing-masing, tapi belum berjalan,” tambahnya.

Jalan berlubang juga jamak di kawasan Kopi Raya, Kelurahan Alai Parak Kopi, tepatnya di depan Masjid Iqra. Jalannya berlubang sepanjang 200 meter. Kerusakan ini sudah berlangsung lama, dan meresahkan warga sekitar dan pengendara. “Jalan di sini parah,” ujar Lia, 25, mahasiswi yang tiap hari melewati jalan tersebut. Setiap hujan, jalan ini selalu tergenang air. “Ini akibat tersumbatnya riol-riol,” ulasnya.

Ketua RT 03 Kopi Raya, Busmar Bakhtiar, 69, mengungkapkan, kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama. “Sudah sering saya laporkan ke pihak kelurahan, tapi belum ada realisasinya,” ungkap pensiunan PNS ini.

Lurah Alai Parak Kopi, Syaiful NR, mengatakan, kerusakan jalan disebabkan banyaknya truk yang melintas. “Truk melebihi muatan pula. Makanya, jalan tersebut rusak,” tuturnya. (cr5/cr6)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA