Date Sabtu, 2 August 2014 | 09:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Hindari Daerah Rawan Bencana

53 Bencana Alam hingga September

Sabtu, 07-09-2013 | 12:41 WIB | 2472 klik

Agam, Padek—Belum lagi tahun 2013 berakhir, di Kabupaten Agam sudah tercatat 53 bencana alam, dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar. Untuk meminimalisir dampak bencana alam tersebut, Pemkab Agam segera melakukan sosialisasi bencana alam di sejumlah kecamatan yang dianggap rawan bencana alam.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Maizur, mengatakan, Kabupaten Agam dengan luas 2.232,30 km2, merupakan daerah rawan bencana alam di Sumbar, karena memiliki pantai, gunung merapi, danau dan bukit.

Itu terbukti sejak awal tahun 2013 hingga saat ini sudah terjadi 53 kali bencana alam dengan kerugian sekitar Rp 53 miliar. “Karena itu, untuk meminimalis dampak bencana alam, terutama korban nyawa dan harta perlu dilakukan sosialisasi bencana alam di sejumlah kecamatan yang dianggap rawan bencana alam dengan melibatkan siswa dan masyarakat,” ujarnya.

Dari data BPBD, ke-53 bencana alam itu terjadi pada hampir semua kecamatan di kabupaten Agam. Rinciannya antara lain adalah; kecamatan Kamang Magek sebanyak 8 kali bencana alam, Sungaipua 1 kali bencana alam, Ampek Koto 8 kali bencana alam, Malalak 1 kali bencana alam.

Seterusnya Palupuh 6 kali bencana alam, Baso 1 kali bencana alam, Ampek Nagari 3 kali bencana alam, Tanjung Raya 8 kali bencana alam, Tanjung Mutiara 6 kali bencana alam, Lubukbasung 9 kali bencana alam, Palembayan 1 kali bencana alam dan Matua 1 kali bencana alam. “Bencana alam antara lain; banjir, longsor, angin puting beliung, pohon tumbang,” ujarnya.

Dia mengharapkan, dari sosialisasi bencana alam nanti selain diharapkan peserta sosialisasi dapat mengingatkan masyarakat secara dini terhadap bahaya bencana alam, sekaligus memberikan informasi secepatnya jika terjadi bencana alam di suatu daerah, sehingga bantuan pun cepat segera datang.

Hindari Daerah Rawan

Kepala BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan tanah longsor saat curah hujan tinggi.

“Warga harus mewaspadai curah hujan dengan cara menghindari daerah rawan bencana. Ini bertujuan agar tidak ada korban jiwa saat banjir dan longsor,” katanya.

Selain itu, masyarakat agar mewaspadai pohon tumbang, dan meminta pengendara di jalan raya agar berhati-hati.

“Kita terus melakukan pemantuan terhadap banjir serta tanah longsor, dimana petugas telah disiagakan,” tegasnya.

Siaga bencana BPBD Agam menebar seluruh personel ke daerah yang dianggap rawan bencana, untuk mewaspadai bencana alam saat curah hujan tinggi ini. Personel ini melakukan monitoring di Kecamatan Palembayan, Malalak, Palupuah, Maninjau dan Kecamatan Tanjung Mutiara.

“Semua anggota memonitoring kondisi terakhir dilapangan,” katanya.

Selama sepekan terakhir, bencana yang melanda sebagian wilayah Agam dapat diatasi secara bersama dengan pihak terkait.

Sementara longsor di jalan Balingka menuju Malalak pada Kamis (5/9) material longsor sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai tiga meter belum bisa dibuang.

“Saat ini terkendala akibat cuaca. Apa bila hari sudah mulai gelap, maka operator alat berat tidak lagi berani melanjutkan pekerjaannya,” katanya.

Ini disebabkan wilayah di sepanjang jalan tersebut merupakan daerah rawan longsor dan takut terjadi korban jiwa.(cr3)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA