Date Senin, 28 July 2014 | 13:15 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Ombudsman Klarifikasi Dugaan Pungli

Hari Ini, Lima Sekolah Dipanggil

Kamis, 05-09-2013 | 11:06 WIB | 810 klik
Hari Ini, Lima Sekolah Dipanggil

Hari Ini, Lima Sekolah Dipanggil

Jati, Padek—Ombudsman Perwakilan Sumbar mempercepat proses pemanggilan sejumlah sekolah terkait dugaan pungutan liar saat penerimaan siswa baru. Jika sebelumnya diagendakan Jumat (6/9), pemanggilan dipercepat menjadi hari ini (6/9).

“Kita panggil lima sekolah itu untuk memberi klarifikasi terkait pungli di sekolah tersebut. Ini menindaklanjuti informasi dan laporan masyarakat yang kita terima,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar Yunafri, kepada Padang Ekspres, kemarin (4/9).

Kelima sekolah itu SMAN 4, SMAN 7, SMPN 30, SMPN 12, dan MTsN Model Gunungpangilun. Berita sebelumnya tercatat SMPN 4, setelah dikroscek lagi tak termasuk dalam pemanggilan.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kita proses. Tentu kita klarifikasi dulu. Itu sesuai amanah UU No 37/2008 tentang Ombudsman RI. Di mana setiap warga berhak menyampaikan pengaduan kepada Ombudsman dan wajib menindaklanjuti,” sebutnya.

Dia berharap semua pihak mendukung langkah Ombudsman ini, terutama sekolah dan dinas pendidikan untuk tetap kooperatif. Dari beberapa kali pemanggilan, sebagian besar sekolah menanggapinya dengan positif.

Dari klarifikasi sebelumnya memang beberapa sekolah mengaku melakukan pungutan. Mereka beralasan pungutan itu telah mengacu pada Peraturan Wali Kota Padang (Perwako) Padang No 7/2012 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pendidikan pada Sekolah Negeri.

“Kita tidak membatasi masyarakat berpartisipasi dalam dunia pendidikan, tapi harus disesuaikan dan didasarkan pada asas kepatutan. Kalau memang belum sesuai, inilah tugas kita meluruskan. Agar mereka nanti tidak terlibat dengan hukum. Kita berharap ini tidak terulang lagi di masa-masa mendatang,” tegasnya. Secara terpisah, Inspektorat Padang belum juga mengeluarkan rekomendasi terkait sekolah yang diduga melakukan pungli. Sama seperti sebelumnya, Inspektorat beralasan pemeriksaannya masih berjalan. “Masih seperti itu. Masih kita periksa,” kata Kepala Inspektorat Padang, Yosefriawan.

Yosefriawan menyebutkan, paling lama membutuhkan waktu sebulan untuk bisa menyelesaikan pemeriksaan terhadap dugaan pungli oleh sekolah tersebut. “Paling lama sebulan. Sekolah yang kita periksa cukup banyak,” ujarnya. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA