Date Kamis, 24 July 2014 | 01:17 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Warga Mentawai Terpaksa Bertahan di Huntara

Pembangunan Huntap Batal

Senin, 29-07-2013 | 12:21 WIB | 496 klik
Pembangunan Huntap Batal

Hunian Sementara di Mentawai (Dok. Padek)

Padang, Padek—Masyarakat korban gempa dan tsunami Mentawai tampaknya harus sabar dan tetap tinggal di hunian sementara (huntara). Sebab, pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa di Kepulauan Mentawai gagal terlaksana tahun ini.

Setelah dana pembangunannya ditarik Kementerian Keuangan, ternyata tidak serta merta bisa dikucurkan kembali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hanya mengalokasikan untuk pemotongan kayu sebesar Rp 5 miliar.

“Informasi yang saya terima, tahun ini BNPB hanya mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk pemotongan kayu yang dilaksanakan Primkopad. Kalau itu telah selesai,

barulah dilanjutkan dengan pembangunan fisik huntap,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, pekan lalu.

Iamenyebutkan, dana pembangunan hunian tetap yang telah dialokasikan untuk pembangunan huntaptelah ditarik pemerintah pusat. Alasannya,pengerjaan pembangunan huntap telah melewati batas akhir tahun anggaran. Sehingga, pusat memerintahkan anggaran huntap disetorkan kembali ke kas negara.

“Terlambatnya pembangunan huntap itu bukan karena Pemprov atau PemkabMentawaisengaja memperlambatnya. Tapi, prosesnya terhambat saatpengurusan perizinan dari Kementerian Kehutanan.Ini bukan karena kelalaian kita. Permohonan dispensasi regulasi telah kita usulkan untuk mempercepat proses pembangunan huntap, namun aturan dari Kementerian Kehutanan untuk memanfaatkan hutan lindung memang ketat. Sehingga, persetujuanizinya baru Februarilalu diterimaPemprov Sumbar,” ujarnya.

Pemprov juga telah mengajukan permohonan untuk memanfaatkan dana pembangunan huntap yang telah jatuhtempo 2012 lalu dengan permintaan dana luncuran tahun 2013. Namun, di tengah penantian tersebut, Kemenkeu memerintahkan untuk menyetorkan sisa anggaran kegiatan rehab rekon Mentawai.

“Tak ada yang beranimenggunakan dana tersebut, setelah ada perintah untuk menyetorkannyakembali dari pemerintah pusat. Makanya, dana itu disetorkan kembali. Untuk selanjutnya, BNPB bersama DPR RI membahas kembali pengucuran dana untuk pembangunan huntap,” tuturnya.

Gubernur mengatakan, pembangunan huntapbagi korban gempa Mentawai akan dilanjutkan tahun 2014 mendatang. ”Kemungkinanuntuk pembangunan fisiknyabaru dilakukan tahun 2014 mendatang. Tentu, danapembangunan huntap tersebut akan dibicarakan kembali. Kita pinginnya cepat huntap tersebut dibangun, sehingga korban gempa tak terlalu lama tinggal di hunian sementara,” ujarnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan RekonstruksiBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Oktavianus menuturkan, total anggaran yang harus disetorkan sebesarRp 382,61 miliar.

Untuk percepatan pembangunan huntap, Gubernur mengaku telah mengirim surat permohonan ke Kementerian Keuangan untuk dapat mengeluarkan dana rehab rekon Mentawai yang telah jatuh tempo 2012 lalu, dengan permintaan dana luncuran di tahun 2013. Namun, di tengah penantian tersebut, Kemenkeu memerintahkan untuk menyetorkan sisa anggaran kegiatan rehab rekon Mentawai.

“Izin pemanfaatan hutanbaru kami dapatkan Februari lalu. Makanya, setelah itu, kami mulai bekerja melakukan land clearing. Ternyata ada musibah baru lagi yang harus kami hadapi,” ujarnya.

Untuk pengurusan izin, telah diajukan ke Kementerian Kehutanan sejak tahun 2010. Namun, Kemenhut memprosesnya sesuai aturan normal. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA