Date Senin, 28 July 2014 | 11:13 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Dua Kejari Komit Berantas Korupsi

Selasa, 23-07-2013 | 13:58 WIB | 718 klik

Padangpanjang, Padek—Dua Kejaksaan Negeri (Kejari) di Sumbar menyatakan komitmen mengungkap berbagai kasus korupsi. Dua kejari tersebut adalah Kejari Padangpanjang dan Kejari Pasaman Barat.

Kepala Kejari Padangpanjang, Siti Aisyah berjanji menguak kasus dugaan penyelewengan keuangan negara pada Dinas Pendidikan dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padangpanjang. Pernyataan itu disampaikan pada peringatan HUT Adhyaksa di aula Kejari Padangpanjang, Senin (22/7).

Sejak 1 Mei, kata Siti Aisyah, telah dilakukan pemeriksaan, pengumpulan barang bukti, penggeledahan dan penyitaan dokumen. “Telah dilakukan penggeledahan ruangan Sekretaris Dewan dan ruangan dokumen DPPKAD terkait anggaran KONI. Sedikitnya satu kardus besar dokumen kita bawa,” tambah Kasi Intel Kejari Padangpanjang, Resmen saat mendampingi Kajari.

Kejari juga telah memanggil anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD terkait proses penganggaran keuangan KONI tahun 2012.

“Baru saja kami menerima permohonan penangguhan pemanggilan oleh yang bersangkutan, karena alasan kunjungan kerja ke luar daerah. Sedianya besok (hari ini, red), namun baru dapat dipenuhi setelah kunker,” tambah Resmen.

Sedangkan perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Padangpanjang, tinggal menunggu penghitungan kerugian keuangan negara dalam penggunaan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010 untuk pengadaan buku, referensi dan panduan pendidikan untuk 20 SD di kota ini.

9 Kasus di Pasbar

Terpisah, Kepala Kejari Pasaman Barat, Idianto menegaskan tidak akan tebang pilih dalam memproses pelaku korupsi. Saat ini, ada sembilan kasus masuk tahapan penyidikan.

Menurut Idianto yang didampingi Kasi Datun Ilham, Kasi Pidsus R Syafrudianto dan Kasi Intelijen Bahrin Idris, dari sembilan kasus korupsi dari tahun 2012 hingga 2013 ini, statusnya sudah tersangka. Tapi, belum dilakukan penahanan karena masih melengkapi data dan barang bukti.

Tahun ini, Kejari Pasbar berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp 1 miliar. Kemudian yang sedang ditangani ada sekitar Rp 9 miliar lagi. (wrd/roy)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA